Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Tiga Kali Melakukan Transgender

Sosok
02 Apr 2017
Tiga Kali Melakukan Transgender

 

Wanita elegan ini adalah Samantha, ia seorang pengacara internasional. Saat menjalankan profesinya, ia tampil anggun. Dengan setelan hitam dan blus putih berenda halus. Rambut pirang berubannya bergelombang lembut jatuh di sekitar wajahnya.

 

Ia mengenakan anting-anting emas serasi di telinganya. Di pergelangan tangannya melingkar jam tangan Cartier. Sebuah cincin pertunangan terdiri dari lima batu berlian tersemat di jari kirinya.

 

"Tunangan saya telah pergi lama," katanya, menambahkan dengan senyum kecil. “Tapi saya suka cincin ini."

 

"Sekarang ini, saya wanita karir profesional dan modern. Saya berharap untuk diperlakukan sama oleh laki-laki. Dengan cara yang berbeda dengan apa yang saya alami 20 tahun yang lalu.”

 

 

Dulu 20 tahun yang lalu Samantha adalah seorang pria, bernama Sam Hashimi berasal dari Yordania. Ia tampan dan kaya. Memiliki rumah mewah seharga  £ 3 juta, Mercedes merah, Ia bujangan pria yang banyak ditaksir para wanita.

 

Multi jutawan ini memilih pasangan Trudi, seorang wanita Inggris.  Mereka menikah tahun 1984 dan memiliki dua orang anak, putra dan putri. Bahagia ? Tidak.

 

Pada usia 36 tahun Sam bercerai dari istrinya Trudi, di tahun 1992. Alasannya, karena Sam memilih menjadi wanita.

 

“Sejak kecil sebenarnya saya sudah bingung dengan masalah gender. Saya adalah wanita, yang terperangkap dalam tubuh laki-laki. Saya cenderung feminin, meski sejak lama hal itu saya tekan,” tuturnya.

 

Sam pertama kali berpikir dirinya biseksual kemudian mulai mempertanyakan identitas gender.

 

“Saya bertemu orang-orang di klub-klub transeksual. Mereka terus mengatakan bagaimana fantastisnya menjadi seorang wanita dan betapa bahagianya mereka. Hal itu saya pikir akan menjadi solusi untuk semua masalah saya,” kata Sam.

 

Tahun 1992 setelah mengevaluasi diri, ia memilih untuk operasi transgender, ganti kelamin, menjadi wanita.

 

“Saya yakin hidup sebagai seorang wanita akan menyelesaikan semua konflik perasaan saya.”

 

Sam menghabiskan £ 100.000 untuk bedah gender pada tahun 1997. Organ laki-laki dihilangkan dan diganti organ wanita.

 

Sam melakukan implan payudara, juga merevisi hidung, gigi dan operasi untuk mengangkat jakunnya. Pita suara juga dikencangkan agar nada suaranya feminin.

 

 

Ia mengubah nama menjadi Samantha dan melakukan segala hal, termasuk menarik hati para pria, sebagaimana lazimnya hidup wanita. Ini awal yang sangat membahagiakannya.

 

“Pertama kali orang tua saya tahu adalah ketika mereka menelepon saya. Mendengar suara bernada tinggi saya, mereka kaget. Apa yang salah denganmu, begitu Tanya mereka.”

 

Ketika Sam mengatakan ia telah transisi menjadi seorang wanita, mereka sangat marah.

 

“Saya menjenguk mereka di Yordania. Mereka sama sekali tidak mengenali saya. Mereka terkejut sekali melihat saya sebagai Samantha untuk pertama kalinya.”

 

Bagaimana pun juga orang tua Sam mencoba untuk memahami dan menerima bahwa itu karena saya tidak punya pilihan.

 

“Transisi ini sangat sukses. Saya dipandang sebagai pemberani dan glamor."

 

Seperti banyak wanita transgender, saya mencoba untuk mengubah diri menjadi feminin, wanita yang sempurna. Saya memakai pakaian seksi dan make-up. Saya belajar cara berjalan dan berbicara dengan gaya tertentu. Aku hanya ingin diterima sebagai wanita. Itu saja .Sama seperti Sam Hashimi 100 persen laki-laki, Samantha harus 100 persen perempuan.

 

Tapi pada akhirnya saya merasa dibatasi oleh satu set yang berbeda dari harapan. Hari ini, lebih mudah. Batas-batas gender tidak begitu didefinisikan. Perempuan dapat mengadopsi atribut maskulin, tanpa harus berubah menjadi laki-laki.

 

Sam merasakan bahwa hidupnya sebagai Samantha cepat berubah menjadi buruk sekali. “Hidup sebagai seorang wanita adalah kerja keras. Lebih mudah sebagai pria.”

 

 

Berganti Menjadi Pria Lagi

 

Namun tujuh tahun kemudian, Samantha membuat pernyataan publik yang mengejutkan. Bahwa hidup sebagai seorang wanita sangat mengecewakan dan terasa dangkal’.

 

“Berbelanja lama-lama membosankan. Obrolan dengan wanita tak menarik. Hormon membuat saya sering murung, dan kehidupan seks itu tidak lebih baik,” ujarnya.

 

Dalam bisnis, para pria tidak menganggapnya serius sebagai pengusaha dan pribadi. Dan acap mengejeknya.

 

Keputusannya untuk transisi kembali ke laki-laki, dipicu oleh keinginan untuk diterima. Oleh keluarganya di Timur Tengah dan juga anak-anaknya yang terasa jauh.

 

“Saudara saya sangat banyak mendukung operasi pembalikan menjadi laki-laki. Salah satunya adalah pensiunan kolonel di Angkatan Darat Irak. Dia ingin adiknya kembali. Dia mengatakan orang-orang akan menghormati saya lebih sebagai seorang pria. Dia bilang `Anak-anakmu tidak dapat menerimamu. Kamu kan ayah mereka.”

 

Pada tahun 2004, Samantha mengubah dunianya lagi, kembali menjadi laki-laki. Ia melakukan operasi dengan ribuan pundsterling lebih untuk membalikkan operasi perubahan jenis kelamin.

 

 

“Saya telah melakukan kesalahan besar dan kehidupan itu lebih baik seperti yang telah ditakdirkan Tuhan.”

 

Kini implan payudaranya diangkat. Alat kelamin pria diciptakan kembali oleh ahli bedah. Begitu juga dengan hormon testosteronnya. Identitas baru sebagai laki-laki dibuat lagi. Kali ini sebagai Charles Kane.

 

Ia pun bertunangan dengan seorang wanita cantik, 28 tahun bernama Victoria.

 

“Saya telah ‘tertipu’ dengan perasaan saya sendiri. Bahwa saya adalah seorang wanita yang terperangkap dalam tubuh pria,” ungkapnya.

 

Dari pria ia menjadi wanita dan kini kembali menjadi pria. Tetapi apa yang kemudian terjadi? Sungguh di luar dugaan.

 

“Profesi saya sangat konservatif. Banyak dari klien internasional saya tidak bisa menerima laki-laki yang feminin. Mereka bingung. Ini menyulitkan saya.

 

Seperti bola pantai dipaksa di bawah air, identitas inti saya sebagai perempuan terus memaksa muncul ke permukaan.”

 

Keputusan Sam untuk transisi ke seorang wanita untuk kedua kalinya mengkristal setelah menghadiri pernikahan anaknya 31 tahun di Malta pada tahun 2013.

 

“Ini pertama kalinya kami bersatu kembali sebagai sebuah keluarga sejak tahun 1992. Pertemuan ini sangat mengharukan,” kata Sam.

 

"Terakhir kali mantan istri saya melihat saya, sebagai laki-laki adalah dengan kumis dan mobil sport. Saya tidak tahu anak saya, karena kami telah kehilangan kontak selama bertahun-tahun.”

 

“Suasana sangat nyaman. Semua orang sangat ramah dan tidak ada yang mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Tapi jauh di dalam, aku merasa sangat malu dan pedih. Orang akan bertanya pada anak saya, `Ini adalah ayahmu`? Dan saya kira mereka pasti berpikir saya aneh.”

 

Tapi anak saya menegaskan dia tidak malu memiliki saya, apapun jenis kelamin saya. Dia malah mengatakan ‘Ayah, aku mencintaimu, tidak peduli sebagai pria atau wanita.’’

 

 

Kembali Menjalani Hidup Sebagai Wanita

 

Perjalanan yang berliku-liku itu  tak membawanya pada kebahagiaan yang sebenarnya.

 

‘Saya merasa seolah-olah saya membuat perjalanan ke Venus. Tetapi dari sana, saya tidak dapat kembali ke Mars lagi. Saya seperti mendarat di sebuah planet di dekatnya, antara pria dan wanita,’ katanya.

 

“Operasi pembalikan itu tidak membuat saya kembali seperti dulu lagi. Kecuali oleh Victoria, saya ditolak oleh pria dan wanita. Operasi asli memang efektif. Tetapi semua tetap mengira bahwa saya telah menjadi wanita. Mereka tidak bisa lagi menganggap saya sebagai laki-laki lagi. Mereka menolak saya menanggap sebagai laki-laki.”

 

 

Ketika telah menjadi Samantha, maka Sam tetap dianggap sebagai Samantha untuk seterusnya. Bahkan juga ketika kemudian tunangannya, Victoria mengakhiri hubungan mereka.

 

“Victoria bilang dia lebih suka laki-laki tulen, bukan laki-laki yang pernah menjadi wanita. Kami putus tapi tetap berteman.”

 

Dalam situasi yang membingungkan ini, Sam harus melihat kenyataan. Ia harus tetap menjadi wanita, Samantha. Apakah harus operasi untuk ketiga kalinya lagi?

 

“Saya tidak perlu melakukan operasi lagi untuk merasa bahwa saya seorang wanita,’ katanya. Yang penting bukan lagi fisik, tapi apa yang ada di kepala, hati dan jiwa saja.”

 

 

"Saya masih percaya bahwa operasi ganti kelamin pertama saya terjadi terlalu cepat, dan saya seharusnya diberi waktu yang tepat sebelum memulai tindakan drastis seperti itu."

 

"Jika aku tahu kemudian apa yang saya tahu sekarang, saya tidak yakin saya akan pergi ke depan dengan itu. Semua operasi yang pernah dapat lakukan adalah membuat perkiraan, dan saya telah membayar harga yang sangat tinggi untuk keputusan itu."

 

Perjalanan Sam, seperti dituturkan oleh Daily Mail, menuju cita-citanya, memang sangat berbelit-belit. Pengorbanan juga sangat besar. Penderitaannya juga sangat berat. Siapa yang mampu membeban perjalanan seperti itu, kalau bukan seorang wanita?(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X