
hariansuara.com, Jakarta - Melethuveettil Sasi suatu ketika pernah meminta petugas Panchayat untuk membantu membangun jalan di daerah tempat tinggalnya, namun mereka menolak untuk membantunya. Panchayat raj adalah sistem politik Asia Selatan yang banyak ditemukan di India.
Menyadari tidak ada yang mau mendukung tujuannya, dia lalu mengambil kapak dan sekop membelah bukit dengan tangannya sendiri. Dia bekerja dari pukul 5 pagi sampai 8:30 malam hanya untuk membuat jalan bagi keluarga dan komunitasnya.
Melethuveettil Sasi dari Kerala, India, menderita cacat setelah jatuh dari pohon kelapa saat berusia 15 tahun. Kejatuhan itu membuatnya patah tulang dan tubuh setengah lumpuh. Dia hanya bisa tinggal di tempat tidur selama bertahun-tahun dan kondisinya telah membuat keluarganya hampir tidak memiliki apa-apa.
"Saya pandai memanjat pohon, tapi hari itu entah bagaimana saya tergelincir. Satu sisi tubuhku lumpuh. Kaki dan tanganku patah. Saya menghabiskan berhari-hari dan berbulan-bulan di tempat tidur, bahkan tidak bisa bergerak, "kenang Sasi.
"Butuh waktu bertahun-tahun bagi saya untuk bisa berdiri. Saya ingin berjalan entah bagaimana. Jadi saya perlahan belajar sendiri untuk jalan kaki, "katanya.
Karena kecacatannya, anak-anaknya tidak dapat menyelesaikan studinya dan mulai bekerja di usia dini. Untuk memberi nafkah keluarganya, dia menjual tiket lotre dengan harapan bisa membeli skuter untuk bisa mendukungnya. Dan akhirnya dia memiliki skuternya sendiri!
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU