
Jakarta - Arcandra Tahar hanya menjabat sekitar 20 hari sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dia diberhentikan dari posisinya karena polemik dwi kewarganegaraan.
Keputusan pemberhentian Arcandra disampaikan Mensesneg Pratikno pada Senin (16/8), malam. Karir selama 20 hari masuk sebuah catatan kinerja menteri yang singkat.
Dilantik menjadi Menteri ESDM pada Rabu (27/8). Sementara, dicopot dari jabatan terhitung sejak Selasa (16/8).
Selama menjabat Menteri ESDM, Arcandra bisa dinilai aktif. Begitu dilantik sebagai Menteri ESDM, Arcandra langsung gerak cepat dengan menggelar rapat dengan jajarannya di Kementerian ESDM. Bahkan, di hari libur, pada Sabtu (6/8), ia menyempatkan untuk bertemu dan rapat dengan direksi PLN terutama Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Usai pertemuan, ia memberikan semangat kepada PLN dalam mengejar target proyek 35 ribu MW.
Hobi beraktivitas di hari libur menjadi catatan bagi Arcandra. Bersama jajaran pejabat eselon I dan II Kementerian ESDM, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menggelar pertemuan dengan petinggi perusahaan migas. Arcandra langsung memimpin rapat pertemuan ini.
Seperti misalnya pada Minggu (14/8) atau sehari sebelum diberhentikan, Arcandra menemui pihak Invex Corporation untuk membahas pembangunan lapangan gas Masela di Maluku.
Kemudian, di hari itu juga, ia juga menemui bos Chevron terkait pembahasan proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) di Lapangan Bangka. Kemudian, ia juga menemui Exxon untuk pengembangan blok Natuna.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU