
Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerjasama dengan Asosiasi Alat Mesin Pertanian untuk mendorong pelaku usaha pertanian dan perkebunan menggunakan alat dan mesin yang lebih canggih. Kerjasama ini diharapkan bisa mendorong produktivitas pertanian.Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan energi nasional termasuk pengembangan bahan bakar nabati (BBN).Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin Hasbi Assiddiq Syamsuddin mengatakan untuk mendukung kebutuhan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) terhadap produksi biodiesel, maka diperlukan penggunaan teknologi industri pertanian."Penggunaan alat pertanian dalam negeri sudah meningkat setiap tahunnya. Periode 2011-2015 penggunaan alat pertanian sekitar 87 juta unit dari industri dalam negeri dan impor. Dengan kebijakan terkait penggunaan teknologi industri pertanian dalam negeri diharapkan produktivitas pertanian dan perkebunan meningkat," kata Hasbi di Pameran Inapalm, Inagritech dan Inagrichem 2016, Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (26/8/2016).Menurut Hasbi, industri yang tergabung dalam teknologi pertanian Indonesia telah mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan. Berbagai produ teknologi pertanian tersebut antara lain penggunaan traktor roda dua yang sudah menembus pasar global. Kemudian, ada pompa irigasi, palm oil machinery dan teknologi lainnya. "Penggunaan mesin pertanian di lahan pertanian dan perkebunan dapat meningkatkan permintaan, seperti disektor perkebunan untuk kebutuhan kelapa sawit, karet, kakao, kopi, tebu, tembakau, jagung, padi dan hasil pertanian lainnya," ujar Hasbi. Lanjutnya, kata Hasbi, Kemenperin mengajak pelaku industri serta asosiasi alat mesin pertanian berkontribusi terhadap pengembangan sektor pertanian ke daerah Indonesia timur seperti Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan daerah lainnya. "Perlu ada sentral puat pelayanan teknis dan perbengkelan teknologi pertanian dan perkebunan," sebutnya. (Ikram Ramadhan/Hardani Triyoga)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU