
Jakarta - Institute for Essential Services Reform (IESR) merilis hasil survei terkait figur yang layak menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Figur yang diinginkan berdasarkan survei adalah Menteri ESDM harus berintegritas, bebas kepentingan konflik, kompeten, dan berpengalaman.Keinginan publik terlihat bila Menteri ESDM harus bebas dari konflik kepentingan."Ada sejumlah calon yang dianggap publik pantas dipilih sebagai Menteri ESDM oleh Presiden Jokowi," ujar Direktur IESR, Fabby Tumiwa dalam keterangannya, Rabu (31/8/2016).Survei ini dilakukan secara terbuka melalui pemilihan aplikasi via internet dengan waktu pada 22 - 26 Agustus 2016. Responden yang mengikuti survei ini berjumlah 1881. "Dari seluruh pilihan yang tercatat terdapat 1874 pilihan yang dianggap valid," tuturnya.Survei yang digagas IESR ini untuk menjaring pandangan publik atas kriteria terbaik.? Survei juga sebagai bentuk kajian atas rekam jejak dan latar belakang calon Menteri ESDM dalam survei ini.Ada 20 nama yang di dalam survei IESR ini. Pemilihan 20 nama ini diusulkan publik, pelaku usaha di sektor energi dan pertambangan. Mulai Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Anggota DPR Kurtubi sampai mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar masuk dalam 20 nama ini.Selain 20 nama itu, IESR juga memberikan kesempatan kepada publik untuk mengusulkan figur yang layak jadi Menteri ESDM.Hasil survei ini menunjukkan sebanyak 1013 responden menginginkan menteri ESDM yang berintegritas, bebas konflik kepentingan dan memiliki kompetensi dan pengalaman.Integritas merupakan kriteria yang dianggap paling utama dan penting yang dipilih oleh 43% responden. Lalu, diikuti dengan kriteria kompetensi dan pengalaman sebanyak 30% dan tidak memiliki konflik kepentingan sebesar 23%.Hasil survei menunjukkan publik tidak menjadikan kriteria pendidikan dengan jenjang tinggi sebagai kriteria yang penting, dan hanya dipilih oleh 3% responden.Publik juga lebih memilih Menteri ESDM dengan latar belakang profesional murni (78%), sementara dengan latar belakang pelaku bisnis energi dipilih sebesar 16%.Adanya keterkaitan dengan partai politik dianggap tidak memenuhi kriteria yang tepat, sehingga profesional yang berafiliasi dengan partai politik hanya dipilih sebesar 6% dan pengurus partai politik hanya 0,5%.Pilihan ini selaras dengan kriteria tidak mempunyai konflik kepentingan, serta kompeten dan pengalaman. "Nama-nama calon yang berasal dari anggota DPR dan partai politik menempati ranking terbawah," jelas Fabby.Adapun nama para profesional non-partisan dan pejabat struktural di Kementerian ESDM menempati sepuluh ranking teratas.
Berikut daftar perolehan calon nama menteri ESDM menurut survei publik IESR:1. Ir. Tri Haryo Soesilo, M.Sc (Project Director KPPPIP 16%2. Dr. Djoko Siswanto (Direktur Teknik Lingkungan KESDM) 10%3. Dr. Hadiv Situmeang (Ketua KNI-WEC, Mantan Direktur PLN) 6,5%4. Dr. Dwi Soetjipto (Direktur Utama PT Pertamina Persero) 4,7%5. Ir. Basuki Tjahaja Purnama (Gubernur Prov. DKI Jakarta) 4,4%6. Faisal Basri SE, MA (Pengajar FE UI) 4,4%7. Ir. Rovicky Dwi Putrohari M.Sc (VP Exploration Saka Energy) 4,1%8. Prof. Dr. IGN Wiratmadja (Dirjen Migas, Pengajar ITB) 4,0%9. Dr. Widhyawan Prawiratmadja (Gubernur OPEC) 3,5%10. Ir. Tri Mumpuni Iskandar (Aktivis Pengembanan PLTMH) 3,3%11. Dr. Luluk Sumiyarso (Mantan Dirjen EBTKE KESDM) 3,2%12. Prof. Dr Rinaldy Dalimi (Anggota Dewan Energi Nasional) 3,1%13. Amien Sunaryadi Ak. MPA (Kepala SKK Migas) 2,6%14. Ir. Tito Kurniadi MM (Ketua APMI) 2,4%15. Prof. Ir Dwikorita Karnawati MSc, PhD (Rektor UGM) 1,7%16. Erry Riyana Hardjapamekas (Mantan Wakil KPK) 1, 7%17. Dr. Gde Pradnya (Mantan Sekretaris SKK Migas) 1,7%18. Dr. R. Sukhyar (Mantan Dirjen Minerba KESDM) 1,6%19. Ir. Nur Pamuji M.Sc (Mantan Direktur Utama PT PLN) 1.5%20. Dr. Ir. Andang Bachtiar (Anggota Dewan Energi Nasional) 1,3%21. Dr. Arcandra Tahar (Mantan Menteri ESDM) 1,3%22. Ir. Satya Widya Yudha (Anggota Komisi VII DPR RI, Partai Golkar 1,3%23. Dr. Kurtubi (Anggota Komisi VII DPR RI, Partai Nasdem) 1,1%.
(*) Ikram Ramadhan/Hardani Triyoga
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU