
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan bakal meningkatkan pendapatan para nelayan. Cara seperti ini juga karena bisa menjaga sumber daya kelautan untuk generasi mendatang.
"Pendapatan akan menjadi lebih baik, jika mengganti alat tangkap ramah lingkungan, karena caranya sudah benar," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/9/2016).
Dijelaskan Menteri Susi bila alat tangkap ramah lingkungan merupakan langkah strategis menuju perikanan Indonesia yang lebih baik. Pergantian alat tangkap yang aman dinilai juga mampu mendorong nelayan memberikan sumbangsih nyata pada kualitas produk perikanan.
Sedangkan terkait biaya pergantian alat tangkap, Susi mengajak pihak perbankan untuk terjun membantu nelayan memberikan pinjaman. "Untuk ganti alat tangkap, perbankan siap memberikan pinjaman," ucapnya.
Sebelumnya, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menyatakan permasalahan permodalan masih menjadi kendala bagi pengusaha perikanan untuk mengembangkan usahanya di berbagai daerah.
"Permodalan juga masih menjadi kendala bagi pelaku usaha perikanan. Nilai kredit macet atau NPL UMKM perikanan dalam dua tahun terakhir masih mendekati lima persen adalah potret kelesuan pelaku perikanan skala kecil," kata Wakil Sekjen DPP KNTI Niko Amrullah di Jakarta, Jumat (26/8).
Maka, diharapkan ada regulasi yang lebih memberikan kondisi lebih baik dan berkeadilan bagi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan.
Niko memaparkan, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menjadi amanat UU Desa, khususnya di desa-desa pesisir merupakan intrumen strategis untuk mengelola sumber daya laut dan pesisir.
Hal tersebut, lanjutnya, juga bermanfaat untuk difungsikan sebagai "buffer stock" atau lembaga penyangga bagi penyediaan bahan baku industri perikanan nasional. (*)
Antara
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU