
Gresik - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) berharap semua kepolisian bisa membuat konsep amati, tiru, modifikasi (ATM) untuk mendukung pelayanan masyarakat. Apalagi, saat ini sudah ada terobosan inovasi yang dilakukan kepolisian terutama tingkat Polres dalam rangka perbaikan.Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan-RB Diah Natalisa mengatakan sesuai instruksi Menpan RB Asman Abnur bila konsep ATM harus dilakukan dibandingkan mengerjakan studi banding."Kata Pak Menpan (Asman Abnur) bahwa sekarang sudah bukan jamannya lagi studi banding tapi kita studi tiru saja. Jadi kalau ada hal positif yang dilakukan di tempat lain kita tiru. Kita pakai konsep ATM yaitu amati, tiru dan memodifikasi dengan terobosan yang lebih baik lagi," kata Diah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/10/2016), malam.Diah menyampaikan hal ini di sela-sela peninjauan inovasi pelayanan Go Sigap dan Tim Gajah Mada di Polres Gresik, Jawa Timur, Kamis, kemarin.Dalam kunjungan tersebut, Diah didampingi Sekretaris Kedeputian Pelayanan Publik Dwiyoga Prabowo melihat simulasi Go Sigap bersama Wakil Bupati Gresik M. Qosim, Kapolres Gresik AKBP Adex Yudiswan, dan Kapolres Sidoarjo AKBP Muh. Anwar Nasir.Menurut Diah, sesuai konsep Kapolri bahwa menghadirkan polisi yang humanis, profesional, modern dan terpercaya, aplikasi Go Sigap dan Tim Gajah Mada sangat membanggakan. "Aplikasi ini sangat komprehensif dalam arti tidak hanya polisi yang bergerak, tapi semua unsur berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah di masyarakat," jelasnya.Dengan adanya pelayanan aplikasi ini maka selain masyarakat yang diuntungkan, pemerintah juga bisa lebih bergiat secara aman dan terkendali."Inovasi ini diharapkan dapat direplikasikan ke daerah lain," kata Diah.Wakil Bupati Gresik M. Qosim mengaku bangga dengan inovasi yang dibuat Polres Gresik untuk menciptakan rasa aman terhadap masyarakat. Dia juga mengapresiasi perhatian dan bimbingan Kementerian PAN-RB yang telah menerima aplikasi Go Sigap dan menjadikannya Top 35 dalam Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2015."Mudah-mudahan ke depan aplikasi ini bisa makin disempurnakan. Intinya, kami sampaikan terimakasih pada Kemenpan RB dan memberikan support pada Polres Gresik karena dampaknya kesejahteraan masyarakat meningkat dan keamanan masyarakat dapat terjamin," kata Qosim.Go Sigap merupakan aplikasi berbasis online yang dapat diunduh di ponsel pintar. Masyarakat dapat mengirimkan laporan kejadian/pengaduan secara tertulis serta menambahkan foto dan video dalam laporannya melalui Go Sigap. Tidak hanya Kepolisian, aplikasi Go Sigap ini juga terhubung ke berbagai instansi seperti Rumah Sakit, Pemadam Kebakaran, PLN, hingga brimob yang menangani masalah teroris atau bom. Kapolres Gresik, AKBP Adex mengatakan, aplikasi ini sangat membantu masyarakat khususnya terkait masalah keamanan. Masyarakat pun tidak akan bisa main-main dengan aplikasi ini karena memiliki GPS yang bisa memantau lokasi si pemberi pesan."Kalau ada yang main-main maka kami akan tahu, dan setidaknya akan diberikan sanksi," katanya.Kholik, warga dari Desa Duduksampeyan mengatakan, aplikasi ini sangat berguna. Dia pernah menggunakan aplikasi ini pada 14 September yang lalu."Tidak lama menunggu polisi datang, karena begitu kami memanggil kurang dari 10 menit polisi langsung datang," katanya. (*) Ikram Ramadhan
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU