
Jakarta - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menilai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) termasuk salah satu kementerian yang paling efisien. Keberhasilan Kementerian ESDM karena menyederhanakan perizinan di sektor minyak dan gas bumi menjadi acuan.
“Saya senang dengan proses penyederhanaan di Direktur Jenderal Migas dari 142 macam izin, sekarang mengarah ke 6 perizinan peraturan di migas. Ini akan membuat ESDM menjadi Kementerian paling efisien,” kata Luhut di Jakarta, Senin (17/10/2016).
Menurut Luhut, sebenarnya banyak hal yang dapat dipotong di perizinan untuk menggairahkan sektor migas. Contohnya jumlah perizinan yang dianggap menghambat masuknya investor di sektor migas. Namun, prosedur ini tetap berpegang pada undang-undang.
“Kita nggak ingin business process tidak baik, seperti kita tidak ingin pengembangan Geothermal dari 7 tahun lalu menjadi 4 tahun. Kita bisa percepat proses itu tanpa melanggar undang-undang yang ada,” ujar Luhut.
Luhut menambahkan Kementerian ESDM mempunyai arah yang jelas dalam sektor energi. Dia menyakininya kalau rekan-rekannya di ESDM memiliki kompetensi itu dengan baik. Sebagai kementeria yang menaungi sektor energi, ESDM diminta jangan berpolitik praktis.
“Kami minta ESDM jangan berpolitik praktis, kompetensi Anda harus di kedepankan. Jangan buruk sangka pada orang lain itu pesan saya. Kita tidak tahu ke depannya, kita bangun team work,” jelasnya.
Luhut menambahkan, di jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memiliki kerja tim yang baik untuk melakukan pekerjaan di sektor energi. Untuk itu, Luhut menyatakan selama hampir dua bulan menjabat Pelaksana tugas Menteri ESDM, merasa bangga dan bersyukur dengan kerja tim yang selama ini diterapkan.
“Ada teamwork yang bagus di ESDM. Bapak Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, para Direktur Jenderal, dan Kepala Badan memainkan role-nya. Yang muda pun bekerja dengan hati, saya bangga,” ungkap Luhut. (*) Albi Wahyudi
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU