
hariansuara.com, Jakarta-Pandemi Corona (Covid-19) di Tanah Air dengan jumlah kasus yang terus melonjak memperlihatkan wabah ini memang sebagai ancaman serius. Salah satunya potensi ancaman terhadap sektor nir militer.
Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono menyadari soal urusan pertahanan negara bukan cuma alutsista. Namun, ia mengingatkan perlunya memperkuat sektor ketahanan nirmiliter.
Dia mengibaratkan, ketahanan nirmiliter memiliki posisi vital seperti kesehatan dan pangan.
Sakti mengklaim pernah menyampaikan potensi ancaman virus bisa muncul di Tanah Air. Ketika itu, ia mengatakan demikian usai dilantik Presiden Jooko Widodo sebagai Wakil Menteri Pertahanan pada 25 Oktober 2019.
"Ketika ditanya media soal pertahanan. Saat itu saya nyatakan perang di masa depan itu salah satunya melawan penyebaran virus dan penyakit," UJAR sakti dalam diskusi dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dalam video conference virtual yang dikutip pada Minggu, 24 Mei 2020.
Dia menekankan saat ini Corona tak hanya jadi ancaman di Indonesia. Virus berbahaya tersebut juga telah diibaratkan menjadi ancaman musuh berbagai negara di dunia.
Maka itu, kata dia, Kemhan ingin memulai dengan hal- hal yang strategis untuk menghadapi virus sebagai musuh tak terlihat ini.
"Saat ini kami tengah merancang beberapa langkah strategis menghadapi musuh tak terlihat ini dengan titik berat membangun ketahanan pangan dan kesehatan agar bangsa ini siap menghadapi peristiwa ini jika terulang kembali," ujarnya.
Sakti memaparkan salah satu fokus Kemhan yaitu di bidang kesehatan. Menurutnya, dalam urusan ini maka Kemhan akan menggandeng Universitas Pertahanan.
Kerjasama itu kata dia dengan transformasi mendirikan Fakultas Kedokteran Militer, Fakultas Farmasi Militer, dan Fakultas Teknik Militer.
"Kami ingin mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di bidang kesehatan, terus ada laboratorium farmasi dan virologi," ujar Sakti.
Untuk mendukung langkah strategis lainnya, Kemhan juga sudah mencari lahan sebagai alternatif penyediaan cadangan pangan. Hal ini penting untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan.(*) zai/zai
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU