Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Menko Airlangga: Potensi Bisnis Buah Lokal Harus Digenjot

Istana & Kementerian
11 Aug 2020
Menko Airlangga: Potensi Bisnis Buah Lokal Harus Digenjot

hariansuara.com, Jakarta - Pemerintah meluncurkan Gelar Buah Nusantara atau GBN ke-5 sebagai salah satu cara pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, upaya ini sesuai dengan Gerakan Bangga Buatan Indonesia atau GBBI, yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak Mei 2020.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, GBN punya tujuan untuk menggali potensi bisnis komoditas buah asli nusantara. Program ini juga untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat konsumen Indonesia dalam rangka mengurangi konsumsi buah impor.

"Sekaligus mendorong peningkatan agribisnis buah asli nusantara," kata Airlangga dalam keterangan yang disampaikan secara virtual kepada wartawan, Senin malam, 10 Agustus 2020.

Airlangga berharap langkah ini bisa mendongkrak sektor buah asli nusantara. Pun, dengan harapan agar pelaku buah lokal bisa jadi pemain utama pasar buah dalam negeri. Kata dia, tentu harapan lain bisa meningkatkan  ekspor.

Merujuk hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS per September 2019 melaporkan rata-rata konsumsi buah masyarakat Indonesia masih rendah di angka 41,95 kkal/kapita/hari, atau sekitar 67 gram/kapita/hari. Angka itu masih jauh di bawah anjuran badan kesehatan dunia atau WHO.

“Angka tersebut masih jauh di bawah rekomendasi konsumsi buah oleh WHO, yakni sebesar 150 gram/kapita/hari," ujar Airlangga.

Lebih lanjut, terkait perdagangan, kondisi neraca perdagangan buah-buahan Indonesia masih defisit Rp19,1 triliun. Besarnya defisit ini karrena dipengaruhi oleh impor empat jenis buah-buahan yakni anggur, apel, jeruk, dan pir, dengan total nilai impor sebesar Rp16,7 triliun.

Sedangkan, jenis buah-buahan yang memberikan kontribusi ekspor yang besar, antara lain manggis, nanas, pisang, salak, dan mangga dengan nilai mencapai Rp986,1 miliar. 

Saat masa pandemi Covid-19, impor buah di triwulan I-2020 juga alami penurunan sebanyak 14,5 ribu ton. Angka ini turun 45 persen dibandingkan impor di bulan sebelumnya. (*)  umi/umi       FOTO: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Twitter @airlangga_hrt

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X