
hariansuara.com, Jakarta - Pemerintah RI melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, Abdullah Bin Zayed Al Nahyan. Komunikasi dilakukan via telepon menyangkut pembahasan masalah Palestina.
Percakapan telepon ini lantaran sikap UEA yang sepakat menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Kesepakatan tersebut dilakukan dengan bantuan Amerika Serikat.
"Menerima panggilan telepon dari Sheikh Abdullah Bin Zayed Al Nahyan, Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab dan membahas masalah Palestina," tulis Retno di akun Twitter resmi @Menlu_RI yang dikutip hariansuara, Minggu, 16 Agutus 2020.
Dalam penjelasan di cuitannya, Retno mengatakan salah satu pembahasan dalam percakapan teleponnya yaitu Menlu UEA bisa menggarisbawahi posisi Indonesia terkait penyelesaian masalah Palestina dan Israel.
"Penyelesaian masalah Palestina-Israel harus didasarkan pada resolusi DK-PBB yang relevan dan parameter yang disepakati secara internasional, termasuk solusi dua negara," ujar Retno.
Isu Palestina kembali memanas lantaran manuver Israel, AS, dan UEA yang mengumumkan perjanjian trilateral. Pada Sabtu kemarin waktu setempat, Israel mengumumkan normalisasi hubungan diplomatik dengan UEA yang dibantu AS.
"Pemerintah Palestina mengumumkan penolakan keras dan kecamannya terhadap perjanjian trilateral untuk menormalkan hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab, yang dimediasi oleh Amerika Serikat," tulis pernyataan juru bicara Otoritas Nasional Palestina (PNA).
PNA mengkritisi langkah ini bisa merusak inisiatif perdamaian Arab dan keputusan Liga Arab. Manuver Israel dan UEA ini pun bisa dibilang sebagai agresi terhadap rakyat Palestina. (*) nis/stm FOTO: Menlu Retno Marsudi/ANTARA-Dhemas Reviyanto
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU