Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Menlu Retno Minta Para Diplomat Gencar Promosikan Batik Nasional

Istana & Kementerian
03 Oct 2020
Menlu Retno Minta Para Diplomat Gencar Promosikan Batik Nasional

hariansuara.com, Jakarta - Masyarakat Indonesia memperingati perayaan Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober. Momen perayaan tahun ini dengan salah satunya membetangkan Kain Batik Garuda Nusantara sepanjang 74 meter di Museum Nasional.

Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-Bendawi  oleh UNESCO. Keputusan ini disampaikan UNESCO pada 2009 lalu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pengakuan dunia seharusnya dijadikan spirit bagi bangsa Indonesia untuk evaluasi. Kata dia, tantangan ini juga jadi berkah sekaligus tantangan bangsa Indonesia.

"Batik adalah aset kekayaan bangsa yang harus kita syukuri. Dengan pengakuan dunia setidaknya sebagai wujud apresiasi dunia kepada salah satu kekayaan bangsa. Namun ini juga tantangan di mana kita harus mampu merawat, melestarikan serta mengenal batik Indonesia kepada dunia," kata Retno dalam perayaan hari Batik Nasional secara virtual dan dikutip hariansuara pada Sabtu, 3 Oktober 2020.

Retno pun mengingatkan kepada jajaran diplomat Indonesia agar tak pernah lelah mempromosikan batik Indonesia ke masyarakat internasional. Kerap kali para diplomat mengenakan batik dan kain nusantara lainnya, utamanya pada saat momen istimewa.

"Tahun lalu ketika Indonesia memegang presidensi di Dewan Keamanan PBB, hampir seluruh delegasi yang hadir mengenakan batik. Kesediaan delegasi negara-negara sahabat mengenakan batik Indonesia adalah wujud penghormatan dan contoh konkret diplomasi batik Indonesia," ujar Retno.

Terkait itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, industri batik nasional mengalami penurunan. Para pengrajin batik anjlok dari pendapatan karena daya beli masyarakat menurun. 

Sektor industri batik punya kekuatan dalam menyerap lapangan pekerjaan. Data Kementerian Perindustrian tahun 2019, ada sekitar 47 ribu unit usaha industri batik yang menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja.

Namun, dampak pandemi menggerus sektor industri batik Tanah Air. Banyak pengrajin berhenti melakukan produksi dan banyak workshop yang terpaksa ditutup.

Retno pun mengimbau agar jajarannya peduli terhadap persoalan ini. Setidaknya membantu membeli batik UMKM saat perayaan batik nasional.

"Saya harap kita dapat mengambil peran masing-masing untuk membantu industri batik nasional. Di Kemlu misalnya, kami meminta seluruh perwakilan RI di luar negeri membeli batik hasil UMKM sebagai promosi perwakilan dan berhasil diperoleh komitmen pembelian batik hingga lebih dari Rp1,6 miliar," kata Retno.(*) umi/stm            FOTO: Peringatan hari batik/ANTARA-Moch Asim

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X