
hariansuara.com, Jakarta - Kedatangan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga ke Indonesia untuk menemui Presiden Joko Widodo jadi warna tersendiri untuk hubungan bilateral kedua negara. Kunjungan Yoshihide juga memberikan gambaran Jepang ingin merangkul Indonesia dalam kerja sama yang erat.
Momen perbincangan PM Jepang yang baru itu dengan Jokowi dituangkan dalam akun Twitter @jokowi. Tampak akrab kedua pimpinan negara itu saat berbincang resmi di Istana Negara pada Rabu, 21 Oktober 2020.
Dalam cuitannya, Jokowi menyebut kunjungan pengganti Shinzo Abe itu beri harapan kerja sama bisa muncul di tengah gejolak dunia yang tak pasti imbas pandemi.
"Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian, kunjungan PM Jepang Bapak Yoshihide Suga ke Indonesia menunjukkan bahwa kita memilih untuk bekerja sama dan saling mendukung," tulis Jokowi di akun Twitter @jokowi yang dikutip hariansuara, pada Kamis, 22 Oktober 2020.

Jokowi melanjutkan cuitannya bahwa dalam pertemuan itu, ada beberapa persoalan yang dibahas. Salah satunya kerja sama membahas ekonomi sampai penanganan pandemi Corona Covid-19.
"Selain itu, spirit kerja sama yang inklusif perlu dimajukan dalam kerja sama Indo-Pasifik," tambah Jokowi.
Pun, dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan harapan agar Laut China Selatan bisa jadi area yang damai dan stabil dengan merujuk regulasi resmi internasional.
Jokowi menyinggung hal ini merujuk United Nations Convention on The Law of the Sea (UNCLOS) atau yang sering disebut Konvensi PBB tentang Hukum Laut.
"Saya menggarisbawahi harapan agar Laut Cina Selatan dapat terus menjadi Laut yang damai dan stabil, di mana semua negara menghormati Hukum Internasional, terutama UNCLOS 1982," sebutnya. (*) lia/lia FOTO: Pertemuan Jokowi dengan Yoshihide Suga/Twitter @jokowi
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU