Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Menhub Budi Lepas Keberangkatan Perdana Kapal Tol Laut Logistik Natuna

Istana & Kementerian
26 Oct 2016
Menhub Budi Lepas Keberangkatan Perdana Kapal Tol Laut Logistik Natuna

 

Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melepas keberangkatan perdana kapal tol laut logistik Natuna di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa, kemarin. KM Caraka Jaya Niaga III-4 yang digunakan sebagai kapal tol laut akan beroperasi secara berjadwal untuk melayani kebutuhan logistik di pulau Natuna.

 

Kapal tersebut memiliki bobot besar yaitu 3.000 DWT sehingga diharapkan mampu mengatasi kondisi cuaca.

 

Kapal yang mengangkut logistik berupa kebutuhan bahan pokok dan alat berat untuk bongkar muat barang diperkirakan tiba di Natuna pada Sabtu, akhir pekan ini. Kemudian, kapal akan beroperasi dengan frekuensi kedatangan kapal setiap 14 hari atau 2 kali dalam sebulan dengan rute Jakarta – Natuna – Tarempa – Jakarta.

 

Rencananya, model tol laut logistik ini secara bertahap akan diterapkan ke wilayah lain.

 

Tol laut logistik merupakan program yang digagas Kemenhub dengan skema kerjasama sinergi BUMN yang menyediakan sarana dan prasarana transportasi serta bahan komoditas yang diangkut PT Pelabuhan Indonesia II dengan anak perusahaan PT. Multi Terminal Indonesia (MTI), PT Pelni dengan anak Perusahaan PT Pelni Logistik dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) membentuk satu konsorsium dengan menggunakan metode mendekatkan gudang ke masyarakat. 

 

Konsorsium tersebut akan menyediakan sarana dan prasarana transportasi untuk mengirim barang kebutuhan pokok  sampai ke gudang di Natuna. Distributor di Natuna dapat menjual barang kebutuhan pokok tersebut kepada masyarakat dengan batas harga maksimal 10% dari harga di Jakarta. Sementara, PT Perikanan Nusantara  akan menyediakan muatan balik bagi kapal kembali ke Jakarta. 

 

Sebelumnya, Menhub Budi bersama dengan Pelindo II, PT. Pelni, Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan Perikanan Nusantara (Perinus) bertemu membahas rencana operasi Tol Laut Logistik di Natuna pada Jumat (21/10) lalu. Model tol laut logistik tersebut diyakini dapat menjadi solusi untuk menekan disparitas harga-harga barang di daerah atau pulau terluar, terdalam seperti di pulau Natuna.

 

“Ini sebuah terobosan besar. Tol Laut Logistik Natuna ini akan berupaya menekan disparitas harga sehingga masyarakat di Natuna bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” kata Menhub Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/10/2016), malam.

 

Lebih lanjut, Menhub Budi mengatakan indikator keberhasilan dari model tol laut logistik di Natuna ini yaitu secara jangka pendek diharapkan dapat menurunkan waktu bongkar muat yang sebelumnya bisa mencapai 10 hari, menurunkan harga barang, dan menjamin ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok. 

 

Sementara, jangka panjangnya diharapkan dapat menekan disparitas harga barang sehingga harga di Natuna tak jauh berbeda dengan di pulau Jawa.

 

Selain itu, diharapkan sektor ekonomi lokal tumbuh dan berorientasi pasar di sekitar pulau Natuna, dan meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di Natuna. (*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X