
hariansuara.com, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mengobarkan semangat para insan pertanian untuk bangga dan mencintai dunia pertanian. Di banyak kesempatan kunjungan di berbagai daerah di Tanah Air, ia terus mengobarkan semangat itu.
Sebelum Presiden Joko Widodo menunjuknya menjadi Menteri Pertanian, Syahrul merupakan sosok yang telah malang melintang di dunia pemerintahan. Tercatat, ia pernah menjadi Lurah, Camat, Wakil Bupati, Bupati, Wakil Gubernur dan Gubernur Sulsel selama dua periode.

Pengalamannya bersama masyarakat ini membuatnya paham sekali dalam melaksanakan program kerja di Kementerian Pertanian RI, maupun pentingnya memompa semangat insan pertanian untuk bangga, cinta dan semangat membangun dunia pertanian yang maju, mandiri dan modern.
Ada 7 statement Mentan Syahrul yang kerap disampaikan kepada masyarakat luas, seperti tertuang dalam facebook Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian (20/12/2020:
1. Makan Tak Bisa Menunggu Hari
“Pandemi ini adalah trubulensi global yang paling dahsyat karena regional dalam kawasan global banyak yang kolaps. Semua terlanda, semua tak bisa melakukan apa apa, selain melakukan bertahan agar tidak tumbang dalam sebuah negara. Tetapi sektor pertanian merupakan sektor yang eksis pada Krisis apapun. itu tandanya pertanian menjadi kekuatan negara. kenapa? karena makan tak bisa ditunda, makan tak bisa menunggu hari. kalau begitu ini menjadi pekerjaan yang tidak pernah putus."
2. Indonesia Adalah Negara Besar yang Tidak Boleh Kalah dari Negara Lain
"Modal dasar untuk sebuah negara hebat adalah rakyat dan alam yang luar biasa. Dan itu ada di Indonesia. Artinya apa? Indonesia tidak boleh kalah dari negara lain. Negara ini negara besar. Bukan rakyat kecil. Kalau begitu pertanian menjadi sangat penting karena berkaitan dengan hajat orang banyak.”
3. Hindari Korupsi dan Jaga Harga Diri
"Membangun kesadaran budaya antikorupsi harus dimulai dari diri sendiri. Jagalah harga diri sehingga mencegah dari tindakan korupsi. Intinya, momentum ini harus menjadi bagian dari mengondisikan diri kita dan pejabat publik agar betul-betul standar operasional dan prosedur dari semua kerja yang ada, dan adanya tekad bersama untuk menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan tercela.”
4. Serap Teori Kampus untuk Mengembangkan Ketahanan Pangan
"Saya berharap mahasiswa mau turun ke lapangan. Konsepnya sudah ada dan kita juga punya ilmunya. Hanya saja perlu dilakukan pendekatan yang tidak biasa. Ini adalah salah satu solusi untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia. Saya berharap definisi-definisi serta teori-teori yang diajarkan perguruan tinggi Indonesia dapat segera diserap oleh BKP (Badan Ketahanan Pangan) untuk dapat mengembangkan ketahanan pangan. Karena ini menyangkut hak hidup masyarakat Indonesia.”
5. Pertanian Adalah Pasarnya Mancanegara
"Adanya peningkatan produksi pertanian itu tandanya membuktikan bahwa kekuatan pertanian kita sangat besar dan menjadi pasar yang kuat di mancanegara. Apalagi komoditi kita ditanam di sebagai negara tropis.”
6. Petani Adalah Pahlawannya Bangsa
"Petani menjadi pahlawan yang menyelamatkan perekonomian Indonesia. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada para petani, karena kalian adalah pahlawan penyelamat kehidupan bangsa.”
7. Pertanian Dibutuhkan Tekad dan Kemauan
"Pertanian itu memang tidak membutuhkan skill khusus, tapi yang dibutuhkan adalah tekad dan kemauan. Jadi, mau insinyur, sarjana kedokteran, sarjana hukum atau apa pun itu sebenarnya terbuka untuk menjadi petani-petani atau kelompok bisnis tani yang ada.” (*) hab/aini Foto: Dok Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU