
hariansuara.com, Jakarta - Salah satu kiat kunci menanggulangi pandemi dan penularan COVID-19 dengan mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), ujar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melalui kanal YouTube Sekretariat Kabinet, Kamis (4/3/2021).
Untuk itulah, Kepala Negara meminta pemerintah daerah (Pemda) se-Indonesia untuk mempercepat dan mengintensifkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di daerah masing-masing. Vaksinasi dilaksanakan ke seluruh Indonesia, mulai dari tingkat provinsi, kota sampai kabupaten.
“Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur dilanjutkan dengan Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Proses pelaksanaan vaksinasi dilakukan besar-besaran. Di sini mesti didukung oleh distribusi vaksin yang baik,” jelas Presiden Jokowi.
Sejak 13 Januari 2021 Pemerintah gencar melaksanakan penyuntikan vaksinasi covid-19. Dimulai dari masyarakat berisiko tinggi, yakni tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas dan pelayanan publik. Dari guru, awak media, tokoh agama, atlet, kementerian, TNI dan Polri, serta pedagang pasar. Pasar Tanah Abang (Jakarta) dan Pasar Beringharjo serta kawasan Malioboro (Yogyakarta) sudah dilakukan, dan diharapkan diikuti oleh semua provinsi.
“Hingga saat ini lebih dari dua juta orang disuntik vaksin dan 2 juta vaksin didistribusikan ke 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota," papar Kepala Negara.
Dilanjutkannya, untuk mencapai kekebalan kelompok diperlukan vaksin untuk 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa. Sedangkan Indonesia baru memiliki 38 juta dosis vaksin COVID-19. Tiga juta dosis vaksin jadi, dan 35 juta lagi masih berupa bahan baku. Dalam waktu dekat diharapkan datang 4,6 juta vaksin jadi dari AstraZeneca.
Kebijakan Pemerintah Indonesia adalah mengamankan keselataman dan kesehatan rakyat. Untuk itu, berbagai ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19. Baik melakukan pendekatan secara G-to-G (Government-to-Government) maupun langsung ke produsen vaksin.
Sambil terus melakukan berbagai ikhtiar yang terbukti efektif. Di antaranya menerapkan prosedur 3 T—testing, tracing, dan treatment atau tes, lacak, dan isolasi. Kemudian pemberlakuan protokol kesehatan 3M secara intensif dan masif—mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak (menghindari kerumunan). (*) hab/roh Foto: @kemensetneg.ri
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU