
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menatakakan potensi komoditas mutiara di dalam negeri dapat meningkatkan laju perekonomian bangsa. Namun, komoditas ini harus dimanfaatkan dengan tepat."Besarnya potensi tersebut, tidak semua tercatat dalam pendapatan negara," kata Susi Pudjiastuti di Jakarta, Jumat (28/10/2016).Menteri Susi mengingatkan mutiara menjadi sasaran empuk praktik ekspor ilegal. Pada 2014, data impor mutiara Hongkong dari Indonesia senilai 49,8 juta dolar AS.Hal itu, berbeda jauh dengan catatan ekspor Indonesia ke negara tersebut.Sedangkan pada 2015, Hongkong mengimpor mutiara dari Indonesia senilai 34,2 juta dolar AS. Namun data ekspor Indonesia ke negara tersebut, mencatat hanya sebesar 1 juta dolar AS saja."Bisa dilihat betapa jauhnya angka penerimaan Hongkong yang mereka catat, dengan ekspor kita. Ini baru satu negara, saya belum dapat negara lain," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan.Susi mengaku, sepanjang dua tahun ini, kinerja KKP memang masih fokus melakukan pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal.Untuk itu ke depan, dia berkomitmen agar pendapatan pajak serta pengelolaan perusahaan terutama sektor mutiara akan dikawal dengan lebih baik.Sebelumnya, Menteri Susi mengimbau masyarakat agar dapat membeli mutiara asli Indonesia yang keindahannya sudah terkenal sampai ke luar negeri. Komditas mutiara lebih terkenal dibanding produk lain seperti mutiara air tawar dari China."Beli mutiara Indonesia. Katanya mutiara Indonesia salah satu yang terbaik di dunia," katanya.Untuk itu, kata dia, dibutuhkan kolaborasi antar para pengusaha dengan pihak pemangku kepentingan terkait.Selain kerja sama, Susi juga ingin pola pikir pengusaha mutiara harus diubah agar kerja sama antara berbagai pihak dapat berjalan lebih baik.Salah satu mutiara asli Indonesia yang terkenal sampai ke mancanegara yaitu mutiara Lombok, sehingga jangan sampai komoditas asli nusantara itu kalah bersaing. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU