Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Presiden Joko Widodo: Tinggal di Rumah, Jika tidak Ada Kebutuhan Mendesak

Istana & Kementerian
24 Jun 2021
Presiden Joko Widodo: Tinggal di Rumah, Jika tidak Ada Kebutuhan Mendesak

hariansuara.com, Jakarta - Beberapa pekan terakhir terlihat tren penaikan kasus positif Covid-19. Lonjakannya sangat pesat dan sangat memprihatinkan. Terlihat pula dari tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit yang terus meningkat.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan 5 hal terkait pencegahan penularan Covid-19 melalui Youtube Sekretariat Presiden dari Istana Bogor:

Pertama, Pemerintah telah menerima dan menyambut baik banyak masukan dari kelompok atau masyarakat, termasuk usulan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kuncitara (lockdown). 

Kedua, dari kajian Pemerintah di sektor sosial, ekonomi, politik Indonesia dan pengalaman negara lain dalam menangani Covid-19, Presiden memutuskan, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang paling tepat diterapkan. Mengendalikan Covid-19, tanpa mematikan ekonomi rakyat. 

Ketiga, “Saya minta segenap unsur pimpinan daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota, untuk meneguhkan komitmennya dalam mempertajam penerapan PPKM mikro,” tegas Presiden. 

Adapun fungsi utama posko untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar disiplin melakukan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi) dan menguatkan pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment) hingga di tingkat desa. 

Keempat, Presiden ingatkan pentingnya vaksinasi bagi seluruh masyarakat. “Jika sudah ada kesempatan mendapatkan vaksin, segera ambil. Jangan ada yang menolak. Vaksin upaya terbaik yang tersedia saat ini,” ujar Presiden Joko Widodo lagi. 

Kelima, disampaikan Presiden Joko Widodo, “Saya minta satu hal yang sederhana ini: tinggallah di rumah jika tidak ada kebutuhan yang mendesak.”

Pun seperti disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Covid-19 adalah commununity disease, penyakit komunitas. Maka untuk menanganinya harus bersama-sama. Tidak bisa sendiri-sendiri. Presiden Joko Widodo mengajak semua berkontribusi menghentikan penyebaran Covid-19. 

"Hanya dengan langkah bersama kita bisa menghentikan wabah ini. Semua orang harus berperan-serta. Semua orang harus ikut berkontribusi. Tanpa kesatuan itu, kita tak akan mampu menghentikan penyebaran Covid-19.” (*) Santang/Prabu     Foto: @kemensetneg.ri

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X