Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Mentan: Indonesia Punya Peluang Ekspor Beras ke Malaysia

Istana & Kementerian
18 Dec 2016
Mentan: Indonesia Punya Peluang Ekspor Beras ke Malaysia

 

Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan Indonesia memiliki peluang untuk mengekspor beras ke Malaysia. Potensi beras dari provinsi yang berbatasan dengan negara tetangga tersebut seperti Kalimantan Tengah.

 

Hal ini disampaikan Amran melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah.  Ia mengatakan Malaysia melakukan impor beras setiap tahunnya sebanyak 1,2 juta ton per tahun.

 

"Ini menjadi ruang dan peluang bagi Indonesia agar dapat mengisi volume impor tersebut," ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

 

Amran menekankan Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong Provinsi Kalteng agar dapat berdaulat pangan. Daulat pangan  agar secara mandiri bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

 

Komoditas pangan yang harus dikembangkan dan ditingkatkan produksinya yakni padi, jagung dan cabai.

 

"Kami ingin Kalimantan Tengah pangannya mandiri. Jangan ambil dari daerah luar lagi, rantai pasoknya terlalu panjang, akibatnya terjadi inflasi dan akhirnya terjadi kemiskinan yang tidak akan terselesaikan," tuturnya.

 

Selain itu, kata dia, diharapkan Kalteng tak hanya mampu mandiri pangan, namun juga dapat melakukan ekspor beras ke negara tetangga, Malaysia.

 

Dijelaskan Amran, upaya yang dilakukan Kementan melalui Program Upaya Khusus (Upsus), yakni meningkatkan indeks pertanaman melalui rehabilitasi irigasi dan membangun embung. Cara ini yang biasanya tanam 1 kali menjadi 2-3 kali tanam.

 

Kemudian, meningkatkan efisiensi biaya produksi melalui bantuan alat mesin pertanian (alsintan) di mana untuk 2016 Kalteng mendapatkan sebanyak 1.210 unit. Upaya ini agar lahan cepat ditanami kembali serta meningkatkan produktivitas dari 5 ton menjadi 7 hingga 10 ton melalui bantuan benih unggul.

 

Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sektor pertanian di Kalteng mencapai Rp380 miliar untuk 2016 atau naik dari 2015 hanya Rp200 miliar.

 

Adapun Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di kesempatan yang sama mengatakan produksi padi pada 2016 mengalami surplus sebanyak 196.500 ton.

 

"Kami sangat mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Sebab dengan kemajuan pertanian, negara kita bisa menguasai dunia," ujarnya.  (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X