
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan pentingnya untuk mengoptimalkan integrasi perikanan dari kawasan hulu hingga ke hilir di Tanah Air.
"Pekerjaan rumah lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan dari hulu sampai hilir," kata Menteri Susi di Jakarta, Jumat.
Menurut Susi, di hulu sudah cukup jelas kebijakan di sektor kelautan dan perikanan. Tetapi di sektor hilir ternyata masih banyak hal yang harus dibenahi.
Karenanya, dalam rangka mempercepat pembangunan kelautan dan perikanan di sektor hulu-hilir tadi, maka perlu dibangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di beberapa lokasi di RI.
Lokasi pembangunan SKPT tersebut antara lain Natuna, Saumlaki, Merauke, Mentawai, Nunukan, Talaud, Morotai, Biak Numfor, Mimika, Rote Ndao, Sumba Timur, dan Sabang.
Dari sisi pembiayaan dan investasi, Susi mengharapkan dukungan dari bank-bank nasional dan bank swasta nasional lainnya.
Ia mengharapkan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) atau `Corporate Social Responsibility` / Tanggung Jawab Sosial (CSR) dari berbagai BUMN dan perusahaan swasta.
Ia berharap agar bantuan-bantuan CSR-nya disalurkan ke 12 lokasi SKPT tersebut, guna menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
KKP juga bakal fokus pada pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan. Sehingga ke depan juga akan menindak beragam aktivitas yang merusak. Misalnya penangkapan ikan dengan mengebom atau tindakan destruktif lainnya.
"Pada 2017, fokus kami bukan hanya illegal fishing, tetapi lebih kepada pengelolaan sumber daya kelautan," kata Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Sjarief Widjaja di Jakarta, Jumat 13/1.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU