
Jakarta – Kajian intensif tengah dilakukan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai pemanfaatan energi baru terbarukan dari limbah kelapa sawit untuk listrik industri.
Rencananya sistem akan menggunakan klusterisasi. Tujuannya untuk mengoptimalkan hasil produksi kelapa sawit dalam bentuk limbah yang dapat digunakan sebagai sumber energi listrik.
Sistem klusterisasi sendiri artinya pengelompokkan data dengan karakteristik yang sama ke suatu wilayah yang sama dan untuk karakteristik yang berbeda ke wilayah yang lain.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi, Rida Mulyana mengungkapkan, saat ini potensi limbah kelapa sawit mampu menghasilkan listrik sebesar 32 Giga Watt (GW).
Namun masalahnya, transmisi milik PLN sulit untuk menjangkau dan mendistribusikan potensi listrik yang dihasilkan dari limbah kepala sawit seperti yang ada di Sumatera, sehingga dari sisi ekonomi tidak masuk.
“Kami sedang melakukan kajian bagaimana kerja sistem klustering. Kalau menarik, satu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) akan masuk ke jaringan yang keekonomiannya tidak masuk. Kita kumpulkan dalam satu kluster kemudian menarik kabelnya ke PLN,” ujar Rida.
Sebagai bentuk nyata pemanfaatan ini, Kementrian ESDM akan menuangkannya ke dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen).
Terkait hal itu, Kementrian ESDM juga telah berkoordinasi dengan PT PLN untuk menjalankan program tersebut dan PLN menyatakan kesanggupannya untuk membeli listrik dengan sumber limbah kelapa sawit.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU