
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, menyinggung mengenai distribusi bahan pokok dan barang yang cenderung tidak ada perbaikan.
“Mata rantai distribusi kita itu banyak yang enggak bener. Ini dibetulkan, sudah dua tahun lebih kita membetulkan ini, tapi belum banyak hasil yang kita peroleh. Banyak yang enggak bener di sisi ini kita,” kata Presiden Jokowi sembari menunjuk contoh, di harga petani misalnya Rp 5.000, diharga jual bisa Rp 15.000.
Presiden menegaskan, Kementerian Perdagangan harusnya bisa memahami dan mengerti mata rantai dan pemain distribusi di pasar.
“Satu, ya oke. Dua, ya oke. Kalau sudah sampai empat, lima, enam, tujuh, ya biayanya habis di sini. Yang membayar siapa nanti? Rakyat,” tuturnya.
Menurut Presiden, seharusnya melakukan pengecekan, kontrol di lapangan dan menampilkan hasilnya, tidak hanya melakukan rutinitas di kantor saja.
Kemudian hal-hal yang berkaitan dengan kuota, Presiden Jokowi mengingatkan, agar berhati-hati.
“Di sini banyak yang masuk sel gara-gara ini, hati-hati. Saya minta mulai dipelajari untuk masuk diberlakukannya tarif atau kombinasi tarif dan kuota. Jadi jelas negara mendapatkan masukan,” tegasnya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU