
Jakarta – Presiden Jokowi meninjau penyelesaian terowongan bawah tanah (Patung Pemuda-Bundaran HI) Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Setiabudi.
Berdasarkan tinjauannya, bahwa seluruh terowongan yang dibangun untuk MRT sudah tersambung.
“Hari ini kita sudah bisa menyampaikan bahwa seluruh terowongan yang dibangun untuk MRT sudah sambung, hari ini sudah sambung,” kata Presiden.
Ia menyampaikan, bahwa MRT ditargetkan beroperasi kurang lebih pada Maret 2019.
Sumber pendanaan proyek MRT ini, menurut Jokowi, nantinya bisa berasal dari APBN maupun kombinasi APBDN dan APBD.
“Bisa juga dari KPBU dan PPP, kerja sama antara pemerintah dan badan usaha, bisa. Bisa juga dari investasi. Jadi kombinasi-kombinasi itu saya kira bisa dilakukan dan itulah yang mempercepat pembangunan infrastruktur kita,” ungkapnya.
Menurutnya, sampai saat ini, belum ada kendala ataupun keluhan dari sisi pembiayaan, baik dari kementerian maupun BUMN dan swasta.
Sebagai catatan, Stasiun Stasiun Setiabudi ini bertemu empat bor yang digunakan untuk membangun terowongan, yaitu Antareja dan Antareja 2 (dari arah Patung Pemuda ke Setiabudi), serta Mustikabumi 1 dan Mustikabumi 2 (dari arah Bundaran HI ke Setiabudi).
Panjang terowongan yang dibangun sekitar 6 Kilometer dari Patung Pemuda ke Bundaran HI dengan kedalaman 18-26 meter di bawah permukaan tanah.
Penyelesaian pengerjaan terowongan bawah tanah ini merupakan bagian dari pembangunan MRT Jakarta fase 1 Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 16 Km.
Dengan bertemunya 4 bor, menandakan pengerjaan MRT Jakarta struktur bawah tanah telah selesai 80%. Bor Antareja 1 dan 2 dimulai sejak September 2015, sedangkan bor Mustikabumi 1 dan 2 sejak Maret 2016.
Saat meninjau proyek MRT di Stasiun Setiabudi, Presiden didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Presiden Direktur MRT Jakarta William Sabandar, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU