
Jakarta – Di sela-sela agenda kerjanya, Presiden Jokowi menyempatkan diri untuk meninjau proyek pengembangan Simpang Susun Semanggi, Kamis (23/12).
Ia beryakinan, bahwa bahwa proyek pengembangan Simpang Susun Semanggi akan mengurangi sekitar 30 hingga 40 persen kemacetan di sekitar Semanggi yang selama ini belum terurai maksimal.
“Dan ini menjadi salah satu solusi bagi kemacetan di Semanggi yang sudah bertahun-tahun kita rasakan, baik pagi, maupun sore, dan malam,” jelas Presiden.
Simpang Susun Semanggi ini dibangun sepanjang 1,8 kilometer atau 1.800 meter dengan trase struktur jembatan yang melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Tol Dalam Kota.
“Kita harapkan dengan selesainya ini, Simpang Susun Semanggi ini, insya Allah pertengahan tahun ini sudah bisa kita pakai, kita resmikan,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Presiden juga memberikan apresiasi pada PT Wijaya Karya atas kecepatan pembangunan proyek dan pembiayaan yang sangat efisien, serta sangat murah.
Menurut laporan Menteri PUPR dan Gubernur Jakarta kepada Presiden, proyek ini menelan biaya sebesar Rp 360 miliar.
“Saya ajungi jempol pada kecepatan, cara-cara kerja cepat PT Wijaya Karya dalam menyelesaikan simpang susun Semanggi ini,” ungkapnya.
Pembangunan proyek ini, disampaikan Presiden juga tidak mengubah sejarah dari jembatan Semanggi, yang melegenda dan menjadi salah satu ikon kota Jakarta.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU