Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Kementan Targetkan Serap 4 Juta Ton Beras

Istana & Kementerian
23 Feb 2017
Kementan Targetkan Serap 4 Juta Ton Beras

 

Jakarta – Untuk mengendalikan harga gabah yang anjlok pada panen musim hujan, Kementerian Pertanian menargetkan serapan gabah petani minimal empat juta ton setara beras dalam waktu enam bulan ke depan.

 

"Target kita adalah 4 juta ton dalam waktu enam bulan. Itu adalah arahan dari Presiden," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

 

Ia menjelaskan, gabah petani akan diserap melalui Bulog sebesar 70 persen pada tiga bulan ke depan dan target serapan per divisi regional Bulog akan dievaluasi capaiannya setiap hari.

 

Menurutnya, target serapan 4 juta ton beras ini optimis mampu dicapai karena pada 2016 Indonesia tidak mengimpor beras dengan dukungan Bulog yang menyerap gabah petani.

 

Upaya yang dilakukan Kementan untuk percepatan serapan gabah tahun 2017 yakni dengan melanjutkan Tim Serap Gabah Petani (TIM SERGAB) dan bermitra dengan swasta untuk dryer atau pengering gabah dan pergudangan.

 

Ada pun Gabah Kering Panen (GKP) dengan kadar air 25 persen dan fleksibilitas gabah 20 persen tetap dibeli dengan harga pembelian pemerintah (HPP) GKP Rp 3.700 per kilogram.

 

Kementan pun bekerja sama dengan 187.000 unit penggillingan dan mengoptimalkan 50.000 petugas penyuluh lapangan (PPL) bersama Babinsa TNI guna mewujudkan serap gabah Bulog 4 juta ton setara beras.

 

Dalam rapat koordinasi, hadir juga Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono, Direktur Utama Bulog Djarot Kusamayakti, Dirut PT SHS Syaeful Bahri, Dirut PT Pertani Wahyu dan kepala dinas pertanian provinsi se-Indonesia.

 

Panglima TNI Gatot Nurmatyo mengatakan TNI akan mengawal pembelian gabah pada tingkat petani seharga Rp 3.700.

 

"Kasihan petani yang telah bersusah payah menanam kalau harga yang diterima hanya Rp 2.800. Saya minta Kodim agar membeli gabah langsung dari petani dan bila perlu disimpan di Kodim kalau tidak ada tempat penampungan lagi," kata Gatot.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X