Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pertamina Buka Peluang Investasi Di Arah Saudi

Istana & Kementerian
02 Mar 2017
Pertamina Buka Peluang Investasi Di Arah Saudi

 

Jakarta – Pemerintah Indonesia mempunyai harapan PT Pertamina (Persero) bisa berinvestasi di di Kerajaan Arab Saudi, salah satunya melalui penjualan avtur bahan bakar pesawat.

 

"Kerja sama terus kami dorong karena tidak hanya Arab Saudi yang investasi di sini, Pertamina diharapkan juga investasi. Pertamina bisa jual avtur di sana," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja, Rabu (1/3).

 

Ia berharap ada peningkatan investasi energi terutama dalam kaitan dengan kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia.

 

Pemerintah mendorong agar Pertamina bisa menjual avtur ke Arab Saudi, bahkan mengakuisisi ladang minyak di sana.

 

"Kami juga dorong Pertamina akuisisi ladang minyak di Arab Saudi, seperti Iran kemarin sangat intensif. Pertamina diberikan dua ladang minyak di Iran untuk pengolahan," ujarnya.

 

ESDM juga berharap pengusaha dari Arab Saudi bisa mengembangkan investasi sektor energi tidak hanya sektor hilir, tetapi juga hulu Indonesia.

 

Ada pun perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, sebelumnya telah sepakat menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk proyek pengembangan kilang "Refinery Development Master Plan" (RDMP) Cilacap di Jawa Tengah yang ditargetkan akan selesai setahun lebih cepat dari target awal menjadi 2021.

 

Menurut Wiratmaja, sektor energi nasional masih kurang menarik apabila dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

 

Karena itu, Indonesia perlu meningkatkan gairah investasi di tengah persaingan global, agar sektor hulu energi nasional menjadi menarik bagi pengusaha.

 

"Yang sudah ada investasi hilir itu kilang, untuk hulu kami sangat membuka kesempatan. Makanya, kita harus buat lebih atraktif. Dalam persaingan global, kita masih kalah dengan Vietnam dan negara-negara tetangga," tutupnya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X