Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Menteri BUMN Targetkan Laba Rp 197 Triliun Di 2017

Istana & Kementerian
04 Mar 2017
Menteri BUMN Targetkan Laba Rp 197 Triliun Di 2017

 

Jakarta – Laba 118 perusahaan milik negara, ditargetkan oleh Kementerian BUMN, meningkat sebesar Rp 197 triliun atau tumbuh 20,1 persen dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 164 triliun.

 

"Pertumbuhan laba BUMN selama 2017 akan didorong sejumlah program strategis yang dijalankan korporasi. Sinergi BUMN tetap menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi usaha sehingga perusahaan lebih kompetitif tidak hanya di pasar lokal tetapi juga bisa bersaing di tingkat global," kata Rini, Jumat (3/3).

 

Menurutnya, selain sinergi BUMN selama 2017 juga ditekankan pentingnya hilirasi kandungan lokal, pembangunan ekonomi daerah terpadu, dan kemandirian keuangan dan penciptaan nilai.

 

Dengan program strategis tersebut tambahnya, pendapatan BUMN pada 2017 ditargetkan mencapai Rp 2.116 triliun, naik 17,4 persen dibanding pendapatan 2016 sebesar Rp 1.802 triliun.

 

Kementerian BUMN juga memperkirakan total aset BUMN mencapai Rp 7.035 triliun, naik 11,2 persen dibanding 2016 sebesar Rp 6.325 triliun, ekuitas mencapai Rp 2.391 triliun tumbuh 7,1 persen dari sebelumnya Rp 2.235 triliun.

 

Selama tahun 2017, total belanja barang modal (capex) seluruh BUMN diperkirakan mencapai Rp 468 triliun, melonjak 57,6 persen dari sebelumnya Rp 297 triliun, sedangkan belanja operasional (opex) sebesar Rp 1.788 triliun dari Rp 1.518 triliun.

 

Saat yang bersamaan, setoran dividen BUMN kepada APBN pada 2017 dipatok sebesar Rp 41 triliun, naik 10,8 persen dari tahun 2016 sebesar Rp 37 triliun.

 

Sedangkan setoran pajak 2017 mencapai Rp 165 triliun, turun 1,2 persen dibanding pajak 2016 sebesar Rp 167 triliun.

 

Beberapa program yang sudah dijalankan dan akan dilanjutkan pada tahun 2017 antara lain, penyebaran kartu tani, revitalisasi pabrik gula, BBM satu harga, penggabungan Bank Syariah BUMN, tata kelola migas dan ekspansi jaringan gas.

 

Selanjutnya, pembentukan holding BUMN Asuransi, pangan, farmasi, rumah sakit, maritim, industri berat dan perkapalan, pertahanan strategis dan teknologi tinggi.

 

Kementerian juga mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Mandalika, optimalisasi kawasan Nusa Dua, pengembangan sinergi Hotel Indonesia Group.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X