
Jakarta – Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Rofi Munawar menilai, Pemerintah Indonesia perlu berperan penting dalam forum KTT Indian Ocean Rim Association (IORA) yang akan berlangsung di Jakarta pada 5-7 Maret 2017.
Indonesia, tambah Rofi, perlu meneguhkan diri sebagai poros maritim dunia yang mampu menegakkan kedaulatan wilayah laut Indonesia.
“Forum ini harus menjadi sarana bagi Pemerintah Indonesia untuk mengedepankan pengelolaan sumber daya maritim nasional berbasis penguatan pengaruh di kawasan samudera hindia dalam rangka meneguhkan kedaulatan negara,” tegas Rofi, Senin (6/3).
KTT ini dihadiri oleh 16 pemimpin dunia, Presiden dan Wakil Presiden, serta Perdana Menteri dan Wakil Perdana Menteri. KTT ini juga merupakan yang pertama setelah IORA berdiri 20 tahun lalu (1997).
Rofi menilai, beragam keunggulan maritime Indonesia selama ini belum mampu dioptimalkan dengan baik. Karena itu, Pemerintah Indonesia harus memiliki road map maritim nasional yang terintegrasi di tingkat kawasan.
“Untuk mencapai itu semua, dibutuhkan kemampuan mengidentifikasi isu-isu strategis kawasan. Dan menjalankan diplomasi yang bertumpu kepada cara pandang kedaulatan negara,” tegas Rofi.
Di sisi lain, pemerintah juga perlu segera menginventarisasi beragam sengketa laut indonesia dengan negara-negara kawasan Samudera Hindia. Dan mendorong penyelesaiannya dengan berbasis pada resolusi hukum laut internasional (UNCLOS).
“Sudah banyak sekali pertemuan-pertemuan dilakukan, tapi ini baru pertama kali setelah usianya lebih dari 20 tahun,” ungkap Rofi.(Albi Wahyudi)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU