Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Presiden Jokowi Ikuti KTT di Arab Saudi

Istana & Kementerian
21 May 2017
Presiden Jokowi Ikuti KTT di Arab Saudi

 

hariansuara.com, Riyadh - Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Jokowi tiba di Riyadh, Arab Saudi, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Arab, Islam dan Amerika Serikat (Arab Islamic American Summit) pada 21 Mei 2017.

 

Pesawat kepresidenan yang membawa RI satu dan rombongan mendarat di Salman Air Base, Riyadh, Arab Saudi, pada pukul 20.30 waktu setempat. Presiden tiba di ibukota Arab Saudi setelah menempuh perjalanan sekitar sembilan jam lebih dari Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 12.30 WIB.

 

Wakil Gubernur Riyadh Prince Mohammed bin Abdul Aziz menjemput di bawah tangga pesawat Kepresidenan. Selain itu, Duta Besar Indonesia untuk Arab Agus Maftuh juga ikut menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi.

 

Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, saat berbincang dengan wartawan di Hotel Continental Riyadh, mengatakan kedatangan Presiden dalam KTT Arab dan AS ini, Indonesia sebagai negara muslim terbesar yang konstisten untuk mengedepankan `ukhuwah Islamiyah` kesatuan umat.

 

"Kesatuan umat inilah salah satu kunci menangani persoalan-persoalan, terutama masalah terorisme yang justruL korban terbesarnya adalah masyarakat negara dunia Islam sendiri," kata Fachir.

 

Wamenlu juga mengatakan KTT Arab, Islam dan AS ini yang pertama dan merupakan hal yang bersejarah.

 

"Artinya pertemuan kepala negara dari AS dengan Arab dan Islam. Ini punya arti yang sangat penting dan diharapkan bahwa ini bisa menjadi semacam forum dialog antara AS dengan Arab dan Islam," katanya.

 

Fachir berharap forum ini sekaligus bisa mendorong kerjasama dan kemitraan untuk perdamaian dunia. Menurut Wamenlu, kerjasama tersebut untuk menangani persoalan-persoalan masalah terorisme.

 

"Kita tentu akan berbagi pengalaman kita mengenai penanganan terorisme, termasuk keseimbangan antara hard power dan soft power, terutama deradikalisasi," jelasnya. (Humas Setkab)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X