hariansuara.com, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi Kementerian ESDM, telah menciptakan aplikasi untuk mendeteksi status gunung api.
Aplikasi bernama Multiplatform Aplication for Geohazard Mitigation and Assessment (MAGMA) Indonesia itu memberi informasi mengenai aktivitas, status gunung api, peta kawasan rawan bencana hingga sebaran abu vulkanis dari gunung api yang meletus.
"Aplikasi MAGMA ini dibuat secara mandiri oleh Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Geologi (PVMBG). Aplikasi ini berisikan Informasi dan rekomendasi kebencanaan geologi terintegrasi (gunung api, gempa bumi, tsunami dan gerakan tanah) yang disajikan kepada masyarakat secara kuasi-realtime dan interaktif," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syahrial.
Kasbani, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan bahwa aplikasi ini memiliki keunggulan yang cukup bagus. Bahkan telah masuk ke dalam top 99 pelayanan publik terbaik di Indonesia pada tahun 2017.
Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa mengakses informasi serta bisa berkontribusi untuk menyampaikan informasi terkait gejala bencana yang terjadi di wilayah gunung api di sekitar mereka. Aplikasi ini bisa dengan mudah diakses melalui komputer serta ponsel berbasis android.
Meskipun dibangun secara mandiri, namun MAGMA mendapat animo yang cukup tinggi dari publik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam pertemuan City of Volcanoes Conference beberapa waktu silam, sejumlah lembaga dari berbagai negara menyatakan minatnya untuk menggunakan aplikasi ini. The United States Survey USGS meminta agar aplikasi ini bisa diterapkan di seluruh dunia.
"Aplikasi ini sangat penting dan sangat sedikit organisasi dunia yang memiliki aplikasi sejenis seperti ini. Aplikasi ini nomor satu kelas dunia," kata Jhon Pallister, Kepala Disaster Volcano Assistance Program USGS Amerika.
VAAC Darwin yang memegang tanggung jawab dalam rekomendasi keselamatan penerbangan di wilayah Asia Tenggara dan Australia mengatakan bahwa pekerjaan mereka terbantu signifikan dengan adanya MAGMA Indonesia. Yang secara rutin memberikan notifikasi peringatan dini (Early Warning) untuk keselamatan penerbangan dalam bentuk VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).
Apresiasi juga datang dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), Kementerian Perhubungan. Saat ini MAGMA Indonesia sudah dapat melayani masyarakat melalui aplikasi Web (dapat diakses di portal https://magma.vsi.esdm.go.id maupun melalui aplikasi telepon pintar/smartphone https://play.google.com/store/apps/details?id=com.magma.pvmbg.magmaindonesia. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU