
hariansuara.com, Jakarta – Adanya wacana pemberlakuan redenominasi atau penyederhanaan mata uang rupiah, tidak dipermasalahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.
Ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut menilai redenominasi rupiah justru dapat menciptakan efisiensi.
"Kalau kegunaan banyak, orang atau restoran cenderung semua nulisnya tanpa ribu. Jadi efisiensinya bagus dalam pendataan. Berkurang tiga angka itu banyak pengaruhnya, bukan hanya bagi perbankan," kata Darmin.
Sebagaimana diketahui, redenominasi rupiah merupakan penyederhanaan pecahan mata uang rupiah menjadi pecahan yang lebih sedikit, tanpa mengurangi nilainya.
Misalnya, Rp 13.000, setelah diredenominasi akan menjadi Rp 13. Redenominasi juga akan diiringi dengan penyederhanaan jumlah digit pada harga barang dan jasa, sehingga tidak menekan daya beli masyarakat.
Terkait kepastian pembahasan redenominasi menjadi regulasi, Darmin menyerahkannya kepada Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan mengingat redenominasi merupakan urusan institusi tersebut secara langsung.
Darmin juga mengatakan untuk sosialisasi redenominasi seharusnya tidak perlu memakan waktu terlalu lama.
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Eddy Susetyo mengatakan pihaknya masih menunggu usulan pemerintah terkait redenominasi.
"Ini tidak segera untuk dilaksanakan, tentu akan kami lihat untung ruginya termasuk pandangan masyarakat juga," kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.
Ia mengatakan Komisi XI DPR RI dan fraksi-fraksi belum membahas lebih lanjut mengenai redenominasi.
"Kami setelah diajukan resmi baru bahas, rancangan UU itu dilihat naskah akademisnya dan kami juga adakan rapat dengar pendapat dengan berbagai pihak," kata Andreas. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU