
hariansuara.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Kemenko Polhukam dan jajarannya segera menyosialisasikan bela negara yang bersifat kekinian. Yaitu dengan memanfaatkan peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaaan RI.
"Pada intinya hal yang berkaitan dengan bela negara, Presiden meminta kepada Menkopolhukam dan jajarannya untuk segera melakukan sosialisasi bela negara yang bersifat kekinian," ungkap Seskab Pramono Anung di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.
Kekinian itu, menurutnya, mengikuti perkembangan zaman, tidak dogmatis, menyentuh seluruh kehidupan masyarakat. Dan dilakukan secara masif.
"Momen 17 Agustus akan digunakan sebagai sarana untuk melakukan hal tersebut, Kemenko Polhukam dan jajarannya diminta membangkitkan kebanggaan kepada kehidupan bernegara," jelas Pramono.
Salah satu contoh adalah menanamkan kembali cinta kepada bangsa dalam bentuk cinta kepada bendera negara kesatuan.
"Kita belajar dari negara besar yang masyarakatnya begitu mencintai negaranya yang tercemin dalam simbol negara," ujarnya.
Ia menjelaskan momen HUT Kemerdekaan RI yang ditandai dengan upacara dan diperdengarkan lagu-lagu kebangsaan akan dikaitkan dengan konteks kekinian.
"Kekiniannya melibatkan perkembangan medsos dan hal-hal lain sebab kita tidak bisa lagi bersifat dogmatis seperti dulu," tegasnya.
Ia menyebutkan jika memang dibutuhkan payung hukum untuk sosialisasi bela negara itu maka akan disiapkan. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU