
hariansuara.com, Jakarta - Pantauan hotspot hari Sabtu (23/09/2017) menunjukkan penurunan dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang dilaporkan menunjukkan kenaikan yang cukup tinggi. Satelit NOAA per jam 20.00 WIB mencatat seluruh Indonesia terpantau 60 titik panas, atau berkurang 42 titik jika dibandingkan pada hari sebelumnya (22/09/2017) yang terpantau 102 titik.
Hotspot cukup tinggi masih terpantau Provinsi Kalimantan Barat yakni sebanyak 52 titik (23/09/2017), kemudian di Kalimantan Tengah 6 titik, dan di Jawa Timur 2 titik.
Penurunan yang signifikan juga ditunjukkan dari pantauan Satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level 80%, yaitu 12 titik di seluruh wilayah Indonesia, sementara hari sebelumnya terpantau 52 titik. Dengan rincian Provinsi Papua 5 titik, Sumatera Utara 2 titik, dan Nusa Tenggara Timur 5 titik.
Pantauan Satelit TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ?80% menunjukkan hanya ada 5 titik di wilayah Indonesia, yaitu di Nusa Tenggara Timur 4 titik dan Sumatera Utara 1 titik.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan menyampaikan bahwa jumlah hotspot yang menurun secara signifikan pada satelit TERRA-AQUA tentu tidak membuat Manggala Agni dan para pihak lainnya menjadi lengah. “Upaya pencegahan harus tetap digiatkan agar jumlah hotspot terus dapat ditekan terutama di wilayah rawan kebakaran Hutan dan Lahan”, tegas Raffles dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Brigade Dalkarhutla KLHK- Manggala Agni terus melakukan berbagai upaya pencegahan di lapangan untuk menekan potensi terjadinya karhutla. Patroli terus berjalan baik patroli rutin secara mandiri oleh Manggala Agni ataupun patroli terpadu bersama-sama dengan TNI, POLRI, Satker Pemda, aparat desa dan Masyarakat Peduli Api.
Pemantauan cuaca melalui AWS (Automatic Weather Station) yang ada di setiap markas Daops Manggala Agni juga tetap dilakukan. Manggala Agni memantau keadaan cuaca di setiap wilayah kerjanya melalui alat AWS. “Data dan informasi dari alat ini berguna untuk para petugas di lapangan dalam menerapkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi munculnya hotspot serta kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah kerjanya”, tandas Raffles.
Menindaklanjuti pantauan hotspot, groundchek atau pengecekan lapangan dilakukan oleh Manggala Agni di beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Barat (Sabtu, 23/09/2017). Seperti yang dilakukan Manggala Agni Daops Sintang di Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau. Selain di Sanggau, dilakukan juga groundchek oleh Tim Patdu Posko Desa Sungai Maram di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang. Di desa Pendamar Indah, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang juga dilakukan groundchek oleh Manggala Agni Daops Ketapang.
Sementara itu, Manggala Agni juga masih melakukan pemadaman di beberapa wilayah Kalimantan dan Sumatera. Manggala Agni Daops Sangkima, Kalimantan Timur berhasil melakukan pemadaman di daerah Lorong Triden dengan luas terbakar sekitar 1,3 Ha. Api berhasil dipadamkan setelah dilakukan pemadaman selama kurang lebih 2 jam.
Di Provinsi Sumatera Selatan, Manggala Agni Daops Banyuasin juga berhasil memadaman kebakaran di Desa Harapan Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. Kebakaran terjadi pada lahan gambut dengan luas sekitar 1 ha. Selain itu, kebakaran di Desa Tanjung Pule Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir dengan luas sekitar 0,7 ha juga di Desa Babatan Saudagar Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir dengan luas ± 1,5 ha, berhasil dipadamkan oleh Manggala Agni.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU