
hariansuara.com, Jakarta - Data Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, 2 Oktober 2017 pukul 20.00 WIB menunjukkan penurunan jumlah hotspot di wilayah Indonesia. Berdasarkan satelit NOAA terpantau hanya 6 hotspot yaitu Bangka Belitung 1 titik, Jawa Timur 1 titik, Kalimantan Tengah 1 titik, Kalimantan Selatan 1 titik, dan Sulawesi Selatan 2 titik.
Berdasarkan TERRA AQUA (NASA) confidence level ?80% terpantau hanya 7 hotspot, yaitu di Provinsi Sumatera Selatan 1 titik, Riau 2 titik, Sulawesi Selatan 1 titik, dan Nusa Tenggara Timur 3 titik.
Dalam siaran persnya, Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, mengungkapkan meskipun pantauan hotspot menurun dan hujan turun di beberapa wilayah, Manggala Agni tetap melakukan patroli terpadu bersama para pihak dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Kondisi kerawanan juga mulai aman.
“Meningkatnya intensitas hujan di beberapa wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tidak membuat Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian LHK – Manggala Agni, berpangku tangan. Kesempatan ini dimanfaatkan Manggala Agni untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.” katanya.
Patroli terpadu bersama para pihak tetap dilaksanakan untuk mewujudkan kehadiran petugas di tingkat tapak. Manggala Agni juga melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat, menggalang rantai komunikasi, dan memperkuat upaya deteksi dan pemadaman dini.
Hingga (02/10/2017), Posko mencatat berdasarkan Satelit NOAA telah terpantau jumlah hotspot sebanyak 2.328 titik di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2016, jumlah hotspot sebanyak 3.407 titik, sehingga terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.079 titik atau 31,67%.
Sementara, satelit TERRA-AQUA (NASA) mencatat sejumlah 1.717 hotspot. Jumlah ini menurun sebanyak 1.782 titik (50,90%), jika dibandingkan dengan tahun 2016 pada periode yang sama, yaitu sebanyak 3.497 titik.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU