Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Status Siaga Darurat Bencana Asap Akan Berakhir

Istana & Kementerian
19 Oct 2017
Status Siaga Darurat Bencana Asap Akan Berakhir

 

hariansuara.com, Jakarta -  Kebakaran hutan dan lahan sudah tidak terlalu banyak terjadi, Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di tujuh provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga akan berakhir masa berlakunya.

 

Untuk Provinsi Aceh (Kabupaten Aceh Barat) sudah berakhir 30 September 2017 lalu, dan Provinsi Kalimantan Tengah berakhir sejak 14 Oktober 2017 kemaren. Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat, akan berakhir pada 31 Oktober 2017, dan Provinsi Riau dan Kalimantan Selatan akan berakhir akhir November 2017 nanti.

 

Berakhirnya Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan bukan berarti mengurangi kewaspadaan KLHK. Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK – Manggala agni terus siap siaga menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

 

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan bahwa Manggala Agni terus siaga di lapangan melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah-wilayah rawan karhutla walaupun kejadian Karhutla sudah menurun.

 

“Patroli dan sosialisasi menjadi tugas yang melekat bagi Manggala Agni dalam kondisi apapun. Di saat Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan sudah berakhir pun nantinya, Manggala Agni akan tetap melakukan kegiatan tersebut agar setiap kejadian karhutla yang terpantau di lapangan dapat segera ditangani dan masyarakat di wilayah rawan karhutla juga semakin sadar untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran dalam membuka dan membersihkan lahan”, tegas Raffles dalam keterangan tertulisnya..

 

Meskipun di beberapa wilayah sudah diguyur hujan, beberapa titik panas masih terpantau di beberapa wilayah Indonesia. Juga masih dilaporkan adanya kebakaran hutan dan lahan dalam luasan yang tidak terlalu besar, dan dapat segera tertangani oleh Manggala Agni.

 

Seperti kejadian karhutla yang terjadi di Kabupaten Katingan – Kalimantan Barat seluas ± 1 ha (17/10/2017). Manggala Agni Daops Katingan Sebangau dapat segera memadamkan api dalam waktu kurang lebih 2 jam.

 

Berdasarkan laporan Posko Dalkarhutla KLHK pada Selasa (17/10/2017) pukul 20.00 WIB, terpantau 15 hotspot dengan satelit NOAA di seluruh wilayah Indonesia, yaitu di Provinsi Kalimantan Barat (2 titik), Sumatera Selatan (7 titik), Kepulauan Seribu (1 titik), Bangka Belitung (4 titik), dan Lampung (1 titik). Sedangkan menurut Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level  ?80% terpantau 10 hotspot dengan rincian Papua (5 titik), Kepulauan Seribu (1 titik), dan Nusa Tenggara Timur (4 titik).

 

Dengan demikian, berdasarkan satelit NOAA untuk periode 1 Januari – 17 Oktober 2017, terdapat hotspot sebanyak 2.425 titik di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, jumlah hotspot tercatat sebanyak 3.585 titik. Dibandingkan tahun lalu, terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.160 titik atau sebesar 32,35%.

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X