
hariansuara.com, Jakarta - Intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah tanah air terus menurun dalam dua tahun terakhir, begitu pula dengan luas area yang terbakar.
Hal ini berdasarkan pemantauan citra satelit yang dilakukan KLHK sejak Januari-September 2017, luas karhutla tercatat sebesar 124.983 Ha. Angka ini jauh menurun hingga 71,5% dibandingkan tahun 2016 yaitu seluas 438.360 Ha, dan lebih signifikan lagi jika dibandingkan tahun 2015 yang mencapai angka 2,61 juta ha.
"Di tingkat tapak, kunci penting keberhasilan penanganan karhutla tahun 2017 ini, tidak lepas dari sinergi dan kerjasama yang terjalin baik antara para pihak, seperti Manggala Agni KLHK, BNPB, BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, pihak swasta, tokoh masyarakat, dan para pihak terkait lainnya", tutur Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK dalam keterangan tertulisnya, Minggu, (22/10).
Menurut Raffles, sinergitas tersebut membuahkan hasil yang nyata di lapangan. “Meskipun kebakaran masih terjadi di beberapa daerah, namun tidak menimbulkan dampak asap yang meluas dan tidak menimbulkan kerugian besar seperti kejadian tahun 2015 lalu”, tambahnya.
Raffles juga merasa bangga, bahwa upaya dan capaian Indonesia dalam menekan tingkat karhutla, telah mendapatkan respon positif dari beberapa negara tetangga, saat Conference of the Parties – ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (COP-AATHP) ke-13, di Brunei Darussalam, September lalu.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU