Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

KKP Akan Dorong Program Prioritas Budidaya Perikanan di 2018

Istana & Kementerian
24 Oct 2017
KKP Akan Dorong Program Prioritas Budidaya Perikanan di 2018

 

hariansuara.com, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana, mendorong program prioritas secara massif di berbagai daerah  terutama untuk pembudidayaan ikan di tahun 2018.

 

Jadi program prioritas yang akan dilaksanakan di berbagai daerah tersebut, diantaranya, pertama, bantuan benih ikan sebanyak 200 juta ekor; kedua, revitalisasi KJA sebanyak 300 unit (1.200 lubang); ketiga, dukungan sarana usaha budidaya sebanyak 750 paket.

 

Keempat, pengembangan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di 3 lokasi; kelima, pengembangan budidaya lele system bioflok sebanyak 300 unit usaha; keenam, pengembangan minapadi seluas 500 hektar; dan ketujuh, pengembangan pakan mandiri sebanyak 250 paket.

 

 “KKP fokus mendorong program prioritas secara masif dan menyentuh langsung masyarakat pembudidaya dan diharapkan berdampak positif bagi pencapaian kinerja perikanan budidaya. Seperti contohnya, pengembangan budidaya lele bioflok, dan revitalisasi KJA akan secara langsung memicu peningkatan produksi perikanan budidaya. Begitupun program Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) juga telah memicu peningkatan angka NTUPi,” jelas Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam acara Pembukaan Rapat Finalisasi RKAKL dan Singkronisasi Program Perikanan Budidaya di Hotel Allium Tangerang, Minggu (22/10) lalu.

 

Slamet menambahkan, pihaknya konsen untuk mendorong strategi pengembangan perikanan budidaya melalui klasterisasi kawasan budidaya berbasis komoditas unggulan; penguatan kelembagaan penunjang dalam hal ini koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes); integrasi program dengan lintas sektor; dan pengembangan usaha budidaya berbasis inovasi teknologi seperti KJA offshore; bioflok, dan hatchery sistem RAS.

 

Di samping itu,  KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya telah jajaki kesepakatan kerja sama dengan PT Bank Mandiri (Persero) untuk mendukung pengembangan usaha di bidang perikanan budidaya. 

 

Kesepakatan kerja sama yang akan ditindaklanjuti antara lain, pemberian fasilitasi kredit bagi pelaku usaha perikanan budidaya melalui skim kredit mikro; dukungan program corporate social responsibility (CSR) yang akan difokuskan dalam mendukung pengembangan perikanan budidaya; dan fasilitas mini anjungan tunai mandiri (ATM) di Unit Pelaksana Teknis lingkup Ditjen Perikanan Budidaya.

 

Sementara itu, realisasi pembangunan sub-sektor perikanan budidaya hingga kuartal II tahun 2017 tercatat masing-masing pertumbuhan PDB sektor perikanan sebesar 6,53 persen; realisasi produksi perikanan budidaya  sebesar 8,15 juta ton;  produksi ikan hias sebesar 810,67 juta ekor; Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) yang mengalami perbaikan dengan capaian 99,17; dan Nilai Tukar Usaha Pembudidaya Ikan (NTUPi) sebesar 110,57.

 

Slamet optimis, capaian kinerja pembangunan perikanan budidaya pada tahun ini akan positif. Ia optimis berbagai program strategis perikanan budidaya akan memberikan dampak positif terhadap pengembangan kegiatan usaha budidaya ikan di berbagai daerah.

 

Ia mencontohkan, peningkatan angka NTPI dan NTUPi pada kuartal II tahun 2017 memperlihatkan ada perbaikan terhadap daya beli pembudidaya ikan dan peningkatan efefsiensi usaha di bidang perikanan budidaya.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X