
hariansuara.com, Jakarta - Menyongsong tahun 2018, KLHK mulai mempersiapkan strategi yang lebih tangguh dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Raffles B. Pandjaitan, mengatakan dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan, Pemerintah sudah banyak menyusun kebijakan-kebijakan.
“Kebijakan yang sudah ada ini perlu diejawantahkan sampai tingkat tapak. Tahun 2015 – 2017 menjadi pelajaran bagi kita untuk mengutamakan pencegahan, selalu menjalin koordinasi dan sinergitas para pihak, serta pelaksanaan pengendalian karhutla hendaknya sampai di tingkat tapak.” tuturnya dalam siaran pers KLHK, Kamis, (26/10)..
“Perlu dilakukan destilasi terhadap kebijakan-kebijakan yang sudah ada sehingga semua dapat diterapkan dengan baik sampai di tingkat tapak. Kebijakan dibuat sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Indonesia,” tegas Raffles.
Pantauan Posko Dalkarhutla KLHK pada satelit NOAA pukul 20.00 WIB (25/10/2017) terpantau ada 9 hostpsot, dimana 7 titik berada di Provinsi Sumatera Selatan, dan 2 titik di Bangka Belitung dan Jawa Timur. Sedangkan berdasarkan Satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ?80%, terpantau ada 13 hotspot dengan rincian di Sumatera Barat 5 titik, Bengkulu dan NTB masing-masing 2 titik, serta di Sumatera Utara, Riau, Maluku, dan NTT masing-masing 1 titik.
Dengan demikian, berdasarkan satelit NOAA untuk periode 1 Januari – 25 Oktober 2017, terdapat 2.493 hotspot di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.709 hotspot, sehingga terdapat penurunan sebanyak 1.216 hotspot atau sebesar 32,78%.
Penurunan sejumlah 1.556 titik (42,08%) juga ditunjukkan oleh satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level 80%, yang mencatat 2.141 hotspot di tahun ini, setelah sebelumnya di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.697 hotspot.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU