
hariansuara.com, Jakarta - Tiga provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengakhiri masa Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Huran dan Lahan. Ketiga provinsi tersebut adalah Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat.
Dalam sepekan terakhir, jumlah hotspot pada ketiga provinsi tersebut sudah menunjukkan jumlah yang sangat kecil, bahkan untuk Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan pantauan hotspot sudah Nihil. Kondisi ini merupakan buah dari kerja keras para pihak yang bahu membahu melakukan berbagai upaya pengendalian karhutla di wilayah-wilayah rawan.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan bahwa kinerja yang baik semua pihak telah membuahkan hasil yang sangat baik dimana provinsi-provinsi rawan karhutla pada masa Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan sudah berhasil menangani semua kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya.
“Sinergitas dan kerjasama antara Manggala Agni dan Satuan Tugas Provinsi dalam bekerja menanggulangi karhutla telah menunjukkan hasil nyata dimana kebakaran dapat diatasi tidak sampai menimbulkan dampak asap seperti kejadian tahun 2015 lalu”, jelas Raffles dalam siaran pers KLHK, Selasa, (31/10).
Provinsi Sumatera Selatan menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan sejak 31 Januari 2017 lalu, Provinsi Jambi sejak 24 Juli 2017, dan Provinsi Kalimantan Barat sejak 1 Juni 2017. Selama masa Status Siaga Darurat, ketiga provinsi tersebut telah melakukan berbagai upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut mulai dari kegiatan-kegiatan pencegahan seperti sosialisasi, penyuluhan, dan juga patroli terpadu pencegahan karhutla sampai dengan upaya penanggulangan baik melalui pemadaman darat maupun pemadaman udara.
Upaya-upaya tersebut dilakukan secara terpadu dan sinergi antara Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK – Manggala Agni bersama-sama dengan para pihak seperti TNI, Polri, BNPB, Pemerintah Daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan juga masyarakat.
“Kerjasama yang baik ini harus tetap terjalin untuk penanggulangan karhutla pada tahun-tahun yang akan datang. Apalagi sebentar lagi sudah memasuki tahun 2018, dengan kondisi cuaca yang tentunya berbeda dengan tahun ini,” imbuh Raffles.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU