Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

KKP dan Pemprov DKI Gelar Aksi Sekolah Pantai Indonesia

Istana & Kementerian
22 Nov 2017
KKP dan Pemprov DKI Gelar Aksi Sekolah Pantai Indonesia

 

hariansuara.com, Jakarta - Dalam rangka menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap ekosistem laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Aksi Sekolah Pantai Indonesia (SPI).

 

Hal tersebut bertempat di perairan Pulau Tidung Kecil, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Rabu (22/11). Kegiatan aksi ini diikuti 100 pelajar SMKN 61 Jakarta  dengan melakukan transplantasi karang.

 

Kegiatan itu diikuti 100 orang terdiri dari pelajar dan guru SMKN 61 Jakarta, perwakilan dari KKP, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu dan Pusat Budidaya dan Konservasi Laut.

 

Kegiatan aksi SPI ini merupakan bagian dari kampanye program Gerakan Cinta Laut (Gita Laut) yang digagas KKPl.

 

Kasubdit Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim, Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, KKP Hendra Yusran Siry membuka secara resmi kegiatan Aksi SPI DKI mewakili KKP menjelaskan, kegiatan  SPI dilakukan melalui penyadaran masyarakat untuk usia dini kepada pelajar.

 

“Kegiatan SPI menerapkan prinsip dari, oleh dan untuk siswa melalui konsep 4A (Amati, Analisa, Ajarkan, Aksi). Kegiatan  SPI telah digagas sejak tahun 2013 dan diimplementasikan di 26 provinsi” ujar Hendra .

 

Dalam kegiatan akai ini, Hendra mewakili KKP menyerahkan secara simbolis 5 (lima) set alat snorkling kepada sekolah untuk pemeliharaan dan monitoring hasil kegiatan aksi transplantasi karang.

 

Bupati Kepulauan Seribu, Irmansyah, yang dalam sambutannya disampaikan oleh Sutrisno, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) menegaskan, pentingnya menjaga ekosistem laut sebagai budaya dan keseharian masyarakat Kepulauan Seribu.

 

“Sebagai daerah dengan laut dan pulau sebagai atribut geografis utama, sudah selayaknya kita menjaga ekosistem pulau dan laut kita. Mari kita jaga birunya laut dan indahnya karang Kepulauan Seribu. Kalau lautnya sudah tidak biru dan karangnya tidak indah, tidak akan ada yang mau berkunjung ke kepulauan Seribu” tutur Sutrisno. 

 

Kepala Bidang Kelautan DKPKP DKI Jakarta Sri Wahyuni menjelaskan, manfaat metode transplantasi karang yang mempercepat regenerasi terumbu karang sehingga mampu memulihkan kembali ekosistem terumbu karang. Metode yang digunakan pada transplantasi itu adalah metode rak yang membentuk huruf SPI DKI. Setiap rak diisi lima puluh bibit karang yang direkatkan dengan substrat semen.

 

“Ekosistem terumbu karang menyajikan pemandangan indah di bawah laut dan berperan sebagai pelindung pesisir dari abrasi, dan sedimentasi karena kemampuannya meredam arus yang datang dari laut lepas,” ungkap Sri.

 

Sebagai sumber ekonomi, ekosistem terumbu karang menghasilkan ikan karang, udang, teripang, dan kerang mutiara serta memberi tempat hidup yang nyaman bagi organisme bawah laut lain. Adanya degradasi lingkungan telah berdampak pada keanekaragaman hayati laut.

 

Pada ekosistem terumbu karang telah terjadinya pemutihan (bleaching) akibat hilangnya alga simbion Zooxanthellae di dalam jaringan karang tersebut.  Pemulihan kondisi terumbu karang sangat diperlukan agar keberlangsungan peran ekosistem ini dapat terjaga. 

 

“Dalam rangka menumbuhkan rasa cinta sejak usia dini terhadap ekosistem laut, kami mengajak pelajar untuk memulihkan ekosistem terumbu karang melalui transplantasi karang” ujar Cinde, tenaga pendamping SPI.

 

Jenis karang yang ditransplantasi adalah spesies Favia sp, Pocillopora damicornis, dan Tubastraea micranthus. Kegiatan aksi SPI Kepulauan Seribu  juga dilaksanakan dalam bentuk bersih pantai dan penanaman bibit mangrove dengan tema kegiatan “Biru Lautku, Indah Karangku”. 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X