Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

KLHK Bersama Pemprov Jabar Tangani Rehabilitasi Eks Banjir Garut

Istana & Kementerian
23 Nov 2017
KLHK Bersama Pemprov Jabar Tangani Rehabilitasi Eks Banjir Garut

 

 

hariansuara.com,  Garut - KLHK beserta Pemerintah Daerah melaksanakan pemulihan DAS melalui Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta pembuatan bangunan Konservasi Tanah dan Air (KTA) pasca bencana banjir di Kabupaten Garut bulan September 2016 lalu.

 

 “Launching RHL Pasca Bencana” di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut (22/11), dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Bupati Garut, Perwakilan dari Kodam III Siliwangi dan Polri serta 500 masyarakat. Dalam arahannya saat Launching Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah konsisten melakukan rehabilitasi lingkungan, hutan dan lahan di Jawa Barat.

 

Siti Nurbaya mengatakan Jawa Barat dapat menjadi contoh yang baik dalam melakukan rehabilitasi pasca terjadinya bencana banjir bandang. “Jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten, serta masyarakat telah berjuang luar biasa untuk kegiatan rehabilitasi. Kita sadari kegiatan rehabilitasi yang dilakukan bermanfaat untuk menahan erosi, run off, dan banjir”, ucap Menteri Siti Nurbaya dalam siaran pers KLHK.

 

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedi Mizwar menjelaskan pentingnya air dan DAS Cimanuk bagi Jawa Barat. DAS Cimanuk seluas 363.632,71 ha meliputi wilayah administrasi Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, menjadi pemasok air waduk Jati Gede, dan mengairi 90.000 ha lahan pertanian.

 

“Kita harus menjaga DAS Cimanuk, jangan sampai kejadian banjir tahun lalu berulang”, ucap Dedi Mizwar.

 

Untuk menjaga kualitas sungai, Pemprov Jawa Barat telah mencanangkan gerakan 5T: Tidak menebang pohon di hulu sungai; Tidak menggunduli hutan, Tidak membuang limbah industri ke sungai; Tidak membuang limbah ternak; Tidak membuang limbah rumah tangga; dan Tidak membuang sampah apapun ke sungai.

 

Rehabilitasi hutan dan lahan menjadi salah satu kebijakan nasional yang sangat relevan untuk menjawab tantangan yang dihadapi daerah-daerah terkait dengan semakin terdegradasinya lingkungan, yang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor.

 

Saat ini KLHK tengah menggiatkan kampanye tanam 25 pohon. Kampanye ini menganjurkan satu orang untuk menanam minimal 25 pohon selama hidupnya. Jika hal ini dilakukan 250 juta masyarakat Indonesia, maka permasalahan lahan kritis di Indonesia akan dapat terselesaikan dengan cepat.

 

“Ada pohon ada air, ada air ada kehidupan, ada kehidupan ada kesejahteraan”, pesan yang ada dalam lagu Pohon Cintaku, ciptaan Menteri LHK yang dibawakan Paduan Suara BPDASHL Cimanuk Citanduy.

 

“Ketika pohon terakhir telah ditebang, ketika ikan terakhir telah ditangkap, ketika sungai terakhir telah tercemar, kita akan sadar bahwa uang tidak dapat dimakan”, Menteri Siti Nurbaya membacakan puisi mengakhiri arahannya.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X