Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

KKP Buat Percontohan Teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS)

Istana & Kementerian
21 Feb 2018
KKP Buat Percontohan Teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS)

hariansuara.com, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan tinjauan langsung ke Unit Pembenihan Rakyat (UPR) di desa wisata Bokasen, Cangkringan, Kab. Sleman, (Selasa/12). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Kunjungan Kerjanya di Provinsi DIY.

Susi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pengembangan kawasan perikanan budidaya khususnya peran pemberdayaan masyarakat yang dilakukan kelompok pembudidaya ikan mina ngremboko. Ia juga menilai kawasan ini layak untuk menjadi percontohan pengembangan ekonomi lokal bagi daerah lain.

"Kawasan Mina Ngremboko menjadi potret keberhasilan pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis perikanaan budidaya dan patut menjadi contoh bagi daerah lain. Jadi, kegiatan ekonomi seperti inilah yang harus tumbuh, bukan di mal-mal", ujarnya dihadapan ratusan pembudidaya dan stakeholders yang hadir.

Susi menambahkan, saat ini kebutuhan ikan akan terus naik seiring tingkat konsumsi ikan masyarakat yang memperlihatkan tren kenaikan dari tahun ke tahun. Pada 2017 lalu, terlihat kenaikan dari 36 kg/kapita/tahun menjadi 43 kg/kapita/tahun. Untuk itu, menurutnya, subsektor budidaya akan terus didorong dalam menyuplai kebutuhan pangan berbasis ikan bagi masyarakat.

"Surplus demografi harus dimanfaatkan dengan membangun kualitas SDM masyarakat sehingga mampu bersaing, apalagi dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kualitas SDM akan sangat ditentukan oleh suplai pangan yang berkualitas dan ikan menjadi alternatif terbaik untuk mencukupi kebutuhan protein tersebut. Ini terutama DIY harus genjot tingkat konsumsi ikan, masa DIY tingkat konsumsi ikannya paling rendah," kata Susi

Di sisi lain, upaya menaikkan produktivitas akan dihadapkan pada tantangan global yakni perubahan iklim dan lingkungan. Oleh karenanya, perlu ada intervensi melalui penerapan inovasi tekonologi yang adaptif. Perkembangan teknologi budidaya kian dinamis dan harus ditularkan secara masif ke masyarakat.

Susi menambahkan bahwa salah satu bentuk upaya KKP dalam menggenjot produksi, yakni dengan memberikan dukungan berupa pembangunan UPR teknologi pembenihan intensif sistem Recirculating Aquaculture System (RAS).

"Dukungan pembangunan UPR sistem RAS diharapkan akan mampu naikan produktivitas secara signifikan. Saya minta dukungan ini dimanfaatkan sebaik baiknya," pungkasnya.

Untuk diketahui, RAS merupakan sistem budidaya ikan secara intensif dengan menggunakan infrastruktur  yang memungkinkan  pemanfaatan air secara terus-menerus (resirkulasi air). Prinsip dasar RAS yaitu memanfaatkan air media pemeliharaan secara berulang-ulang dengan mengendalikan beberapa indikator kualitas air agar tetap pada kondisi prima. Untuk itu digunakan fisika filter, biologi filter, UV, dan generator oksigen. Kondisi lingkungan ikan akan stabil, penggunaan air jadi hemat, dan tingkat kelulushidupan ikan meninggi. 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto disela sela mendampingi Menteri Susi, menjelaskan, keunggulan sistem RAS  dibandingkan dengan sistem konvensional. Sistem ini mampu menghasilkan produktivitas yang jauh lebih tinggi, di mana padat tebar nila mampu digenjot hingga mencapai 5.000 ekor/m3. Sedangkan padat tebar pada sistem konvensional hanya mencapai 50 ekor/m2. Artinya, dengan penerapan sistem RAS ini produktivitas bisa digenjot hingga 100 kali lipat dibanding dengan sistem konvensional.

Kelebihan lainnya, menurut Slamet, budidaya dengan sistem ini sangat menghemat penggunaan air, dan dapat dilakukan pada areal yang terbatas. Penggunaan teknologi RAS juga akan memberikan jalan keluar atas tantangan perikanan budidaya  seperti perubahan iklim dan kualitas lingkungan.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X