
hariansuara.com, Jakarta - Tidak ada sampah yang benar-benar menghilang jika Anda membuang sampah. Sampah akan berakhir pada suatu tempat, bisa di lautan maupun tempat pembuangan sampah. Sampah tersebut juga akan bertahan lebih lama dibandingkan dengan hidup kita. Mencoba bertanggung jawab dengan sampah tidak hanya membuang sampah di tempat yang seharusnya, tapi bisa dimulai dengan mengurangi sampah tersebut dari sebelum kita akan membeli suatu barang.
Astri Puji Lestari, biasa dikenal sebagai ‘Atiit’, adalah salah satu influencer yang kerap dikenal dengan hidup minim sampah. Berikut 7 waste-hierarchy yang diterapkan Atitt dalam kehidupannya sehari-hari:
Re-Think
Cari tahu barang apa saja yang kita konsumsi. Persiapkan apa saja list barang yang akan Anda beli sebelum belanja. Jadi, pada saat belanja nanti, Anda hanya akan membeli yang Anda butuhkan. Tidak berlebihan.
Refuse
Kita bisa menolak diawal segala sesuatu yang sebetulnya tidak kita butuhkan. Contohnya, saat makan di sebuah restoran kita bisa tolak pada saat diberikan sedotan plastik. Lainnya, misalkan kita order makanan melalui online, kita bisa minta tidak menggunakan sendok ataupun garpu plastiknya.
Reduce
Kita mengurangi daya konsumsi sampah kita. Contoh, misalkan Anda suka sekali cokelat. Semula Anda konsumsi sebulan bisa jadi 10 kali, kini Anda kurangi menjadi 7 kali saja. Tidak perlu ekstrim, sedikit demi sedikit.
Re-Use
Menggunakan ulang barang yang tidak bisa kamu kurangi konsumsinya. Contohnya, seperti botol susu almond yang Anda gunakan. Botol susu tersebut Anda lepas labelnya dan gunakan sebagai botol kemasan lain.
Recycle
Banyak orang berpikir bahwa dengan sesering mungkin kita melakukan recycle, itu artinya sudah melakukan hal yang baik untuk lingkungan. Padahal sebaiknya kita bisa refuse diawal. Recycle ini pendukung saja. Dengan demikian, di rumah, usahakan pembuangan sampah menjadi 9 bagian.
Root
Sebanyak 60% sampah yang kita hasilkan berasal dari sampah organik. Sebetulnya, kita bisa melakukan hal yang lain dari sampah organik ini, seperti yang biasa dilakukan di rumah adalah ‘re-root’, di mana sampah organik ini kita gunakan untuk pembuatan kompos.
Residu
Residu ini merupakan material yang belum bisa di-recycle. Untuk saya pribadi, biasanya saya kumpulkan material tersebut, lalu saya donasikan ke tempat yang bisa mengkreasikan material tersebut menjadi sebuah barang, contohnya seperti pouch plastik.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU