
hariansuara.com, Jakarta - Agensi modeling LNP baru saja menggelar syukuran ulang tahunnya yang ketiga. Masih belia dari segi usia, tapi kiprah para model yang tergabung di dalamnya cukuplah membanggakan. Lihat, ihwal kelahiran agensi LNP, kependekan dari nama pemiliknya Laras Nabila Pramesti yang akrab disapa Mom Laras ini, telah membawa angin segar bagi dunia modeling di Tanah Air. Bagaimana tidak? Di LNP ini terbuka peluang bagi para talent hijabers menjadi model.
Kita lihat sebelumnya, dunia modeling dan catwalk melulu ditekuni oleh model no hijab. Laras yang juga seorang model melihat betapa menyenangkan peragawati no hijab dapat berkibar dan eksis di dunia modeling. Bagaimana bagi para hijabers? Apakah mereka punya peluang sama luas untuk jadi model profesional? Karena itu, pada 2016, ia membuka agensi LNP bagi para hijabers yang ingin menekuni karier sebagai model. 
"Saya pikir, hijabers juga harus bisa mendapatkan kesempatan menjadi model profesional. Terlebih saat ini juga didukung oleh perkembangan fashion, terutama untuk mode baju muslimah sangatlah pesat. Sekarang juga banyak muslimah yang berhijrah, lalu berlomba mengenakan hijab. Maka untuk memfasilitasi wawasan mereka tentang mode muslim, saya pikir kehadiran model yang asli berhijab dapat memperkenalkan dan memperagakan koleksi baju-baju hijab yang sedang ngetren. Itu melalui model-model yang saya bina," urai Laras.
Dari mana mendapatkan para talent berhijab sebagai model? Dijelaskan Laras, model yang bergabung di LNP adalah para pemenang di ajang pemilihan model, serta wanita muda berhijab yang ingin mengenal dunia modelling, terutama catwalk. "Tantangannya seru juga. Di awal, mereka rata-rata belum tahu teknik catwalk, juga seperti apa attitude seorang model catwalk. Step by step mereka dilatih catwalk. Dengan banyak berlatih, hasilnya tampak jelas. Progres mereka yang rajin latihan sangat pesat. Penampilannya bagus dan juga karena didukung dengan sepatu/heels yang tepat."

Sejak berdiri hingga kini, para model yang tergabung dalam agensi LNP telah mencapai 70 orang. "Come and go. Umumnya model yang berhenti catwalk, karena menikah. Kemarin saja saya baru ditinggal nikah. Sekarang model yang efektif di LNP sekitar 20 orang. Kami seperti keluarga besar ya, meski model berhenti, kami tetap menjaga silaturahim dengan mereka," tandas Laras.

Kebahagiaan dirasakan Laras dalam mengelola LNP dengan model-model hijabers yang semakin matang dan profesional. Cara mengukur progresnya, mudah, yakni dengan melihat terus banyaknya permintaan tampil datang kepada model hijaber. Pengundangnya para desainer busana muslim top. Laras dan LNP menikmati semua undangan perform baik untuk fashion show di mal hingga hotel berbintang lima. Semua sama istimewanya, dirasa oleh Laras dan para model LNP. 

Ke depan, Laras berharap para model LNP terus mengasah dan menggali kemampuan diri agar menjadi model profesional. Yang penting juga adalah melupakan komitmen dan menjaga attitude sebagai model berhijab.
"Saya terpikir ke depan untuk memberikan kegiatan positif bagi member LNP membuka kelas di beberapa daerah. Pasalnya, banyak datang permintaan dari beberapa talent yang ingin bergabung di LNP, tapi terkendala oleh lokasi latihan yang jauh dari tempat tinggal mereka," urai Laras, keibuan.
Untuk menyongsong tahun-tahun ke depan, lagi-lagi Laras berpesan agar para model hijabers binaannya menjaga attitude sebagai muslimah. Di antaranya, wajib berhijab dalam keseharian. Jika mereka aktif di sosmed, harus tetap mengenakan hijab. Perilakunya terjaga, baik dalam menaati komitmen yang dibuat dengan LNP maupun secara pribadi.
"Menjaga attitude itu penting sekali, di samping meniti karir modeling harus bekerja keras dan tekun. Tanpa itu semua, buah manis dari perjuangan menjadi model hijabers tak bisa dirasakan atau dinikmati," kata Laras di ujung perbincangan. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU