Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Baju Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar Ludes Diserbu Pengunjung di Garage Sale Mulai Dari Kita

Lifestyle
14 Nov 2019
Baju Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar Ludes Diserbu Pengunjung di Garage Sale Mulai Dari Kita

hariansuara.com, Jakarta - Bertepatan dengan hari Pahlawan , 10 November 2019, Gerakan Sosial Mulai Dari Kita kembali mengadakan acara untuk mengenang jasa para Pahlawan yang sudah mengorbankan jiwa & raganya untuk meraih kemerdekaan Indonesia. Bertemakan #PeduliPedjoeang acara berlangsung di Yesterday Backyard, Antasari pukul 17:00 - 22:00.

Mengajak beberapa Public Figure Ibu Kota bekerjasama, rangkaian acara terdiri dari Garage Sale, Lelang Barang, Ramal Tarot, Pengumpulan Donasi dan juga dimeriahkan oleh Luks Superglad Berkaraoke. Di mana seluruh hasil keuntungan acara akan disumbangkan ke 2 tokoh Pejuang masa kini yang bertempat tinggal di Serang, Banten. 

Adapun beberapa Public Figure yang ikut menyumbangkan barang untuk garage sale dan lelang barang yaitu Nia Ramadhani, Jessica Iskandar, Clara Bernadeth, Windy Apsari, Cia Wardhana, Fatya Biya, Rio Dewanto, Ibnu Jamil, Tarra Budiman, Kevin Hendrawan, Aquinaldo Adrian, dan Andi Yusuf Bachtiar sutradara film Love For Sale.

Semua barang dijual seharga Rp 30,000 sampai Rp 150,000 saja meskipun barang preloved artis-artis tersebut bermerek terkenal dan mahal. Lelang barang pun dimulai dari harga dan kelipatan Rp 50,000.

Pukul 17.00 sore, pengunjung ramai dan langsung menyerbu Garage Sale. Barang Nia Ramadhani & Jessica Iskandar yang paling menjadi favorit pengunjung, hingga habis terjual dengan cepat. Lelang barang pun tak kalah seru dan menarik. Tiga sepatu merek Nike & jaket merek Adidas terlelang dengan harga paling tinggi hanya Rp 500,000 saja.

Mendapatkan keuntungan bersih dari acara sebesar Rp 10,000,000 donasi akan langsung diberikan kepada  Edi dan Dadang dua orang tokoh pejuang masa kini yang bertempat tinggal di Serang, Banten. Edi merupakan seorang sukarelawan pengatur lalu lintas yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi.

Berusia 70 tahun dengan ekonomi pas-pasan, Edi selalu setia menjaga ketertiban lalu lintas lengkap dengan atribut layaknya Pejuang tanpa mendapat imbalan.  Dadang memiliki hidup yang lebih mengenaskan.

Berusia 80 tahun,  Dadang hidup sebatang kara di tempat tinggal tak layak yang diberikan oleh warga setempat. Semasa mudanya, Dadang pernah menjadi seorang Tentara dan dikirim ke Kongo, Afrika untuk menjalankan misi perdamaian.  Dadang tidak bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah karena semua dokumen pentingnya habis dilalap api saat rumahnya terbakar beberapa tahun silam. Kini Dadang menyambung hidup mengandalkan rasa iba warga sekitar sebab tubuh rentanya tak mampu lagi untuk bekerja.(*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X