Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Indonesia Turut Serta di Turnamen Major Dota 2 Internasional

Lifestyle
19 Dec 2017
Indonesia Turut Serta di  Turnamen Major Dota 2 Internasional

hariansuara.com, Jakarta - Tim Indonesia akan ikut serta dalam Turnamen Major Dota 2 antarnegara bertajuk Galaxy Battle Season 2 pada 15-21 Januari 2018 di Philipine Arena, Filipina.

Tim Pondok Gaming BarracX yang terdiri dari lima orang akan membawa bendera Indonesia untuk adu kemampuan dengan peserta dari negara lain di ajang utama yang masuk dalam kalender "Dota 2 Pro Circuit.

Tim tersebut diisi oleh Muhammad `"Lesserblue" Syifa, Baringin "bfl" Ferdinan, Rivan "Brishbrish" Aji, Ramzi "Ramz?" Bayhaki dan Muhammad "Heaven" Firdaus. Mereka akan bertanding pada ajang turnamen utama pertama sepanjang 2018 di arena dalam ruangan terbesar di dunia yang terletak di Bulacan, Filipina.

Grup Pondok Gaming BarracX sendiri mewakili Indonesia setelah menyingkirkan sejumlah tim tangguh di Indonesia. Salah satu anggota tim Muhammad Syifa mengatakan untuk bisa menjadi wakil Indonesia harus berjuang keras.

"Awalnya, salah satu tim dari Supernova Grup perwakilan dari Yogyakarta, yang namanya Juggernout, mendapatkan slot untuk masuk ke main event `Indonesian Qualifier'. Hanya saja, pada saat pelaksanaan Indonesian Qualifier ini, mereka berhalangan hadir," kata dia.

Dalam seleksi di Indonesia, kata dia, Pondok Gaming BarracX juga harus bertanding melawan 16 tim tangguh yang ada di Indonesia.

Sebagai juara pertama, Pondok Gaming BarracX berhak mewakili Indonesia dalam Kualifikasi Asia Tenggara bernama "New Blood Championship". Dalam ajang itu tim Indonesia melawan grup tangguh dari Vietnam, Malaysia, Thailand dan tim kuat lainnya dari perwakilan negara di Asia Tenggara.

Kendati menjadi juara dalam ajang itu setelah kalah dari Skyville (Filipina), kata dia, Indonesia bisa melaju ke level selanjutnya di Turnamen Major Galaxy Battles di Filipina 2018.

"Kami ingin agar, 'gamers' Indonesia itu tidak dipandang sebelah mata. Hanya sekedar main atau sekadar 'ngabisin duit'. Kami ingin 'nunjukin' kalau 'gamers' Indonesia itu bisa membawa wakilnya, untuk bisa ikut dalam turnamen internasional," katanya. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X