
hariansuara.com, Jakarta - Presiden Argentina menyerukan agar kongres meloloskan sebuah RUU yang akan menindak tegas hooliganisme sepak bola.
Presiden Mauricio Macri menginginkan sebuah undang-undang yang lebih keras untuk menghukum jenis kekerasan yang pada akhir pekan membatalkan leg kedua final Copa Libertadores antara River Plate dan Boca Juniors.
Kerusuhan itu memalukan bagi Argentina yang bersiap menjadi tuan rumah pertemuan puncak negara-negara G20 pada hari Jumat. Macri mengecam organisasi penggemar sepak bola kriminal, yang disebut 'Barras Bravas', yang terkenal karena berurusan dengan narkoba, memeras penggemar dan meminta uang perlindungan dari usaha kecil yang berlokasi di dekat stadion.
"Kami menolak mafia yang berada di belakang jenis kekerasan ini," kata Macri. "Saya harap setelah rasa malu ini, kita bisa mendapatkan undang-undang yang disahkan dalam sesi ekstra Kongres."
Menteri Keamanan Patricia Bullrich mengatakan, undang-undang itu akan memberlakukan sanksi terhadap kekerasan terkait pertandingan sepak bola.
Leg yang menentukan dari turnamen yang dijadwakan dimainkan pada hari Sabtu, ditunda sampai hari Minggu setelah pemain Boca terluka ketika bus mereka diserang oleh fans River di luar stadion Monumental di Buenos Aires.
Beberapa pemain Boca belum cukup pulih hari Minggu, jadi pertandingan itu ditunda lagi. Para pemimpin kedua klub diharapkan bertemu pada hari Selasa untuk memutuskan kapan harus menjadwal ulang final.(*)
(Foto: Ilustrasi / Press TV)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU