
hariansuara.com, Jakarta - Untuk mengakhiri karir 18 tahunnya dengan bermartabat adalah cara Robin van Persie. Van Persie menjalani laga terakhirnya di sepak bola saat Feyenoord menjamu ADO Den Haag di Stadion De Kuip, Rotterdam, Minggu (12/5/2016).
50 gol Van Persie dalam 102 penampilan menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak untuk tim nasional Belanda dan prestasi klubnya termasuk memenangkan Piala FA bersama Arsenal dan Liga Premier dengan Manchester United.
Dia juga bermain di Turki sebelum kembali ke klub profesional pertamanya dan membuat keputusan untuk pensiun satu tahun yang lalu. "Saya senang sudah membuat pilihan itu karena punya satu tahun penuh untuk mempersiapkan mental untuk pensiun."
"Jika saya hanya mengambil keputusan beberapa minggu yang lalu, akan sulit untuk dipikirkan dalam waktu yang singkat," katanya.
Van Persie mengatakan setelah pensiun ingin tetap berhubungan dengan sepak bola, namun tidak sebagai pelatih.
"Menjadi pelatih berarti stres. Jika Anda melakukannya seperti Pep Guardiola, Anda sibuk dengan sepakbola siang dan malam," katanya.
"Dan setelah tiga kekalahan, Anda adalah kepala Jut," katanya merujuk pada seorang pembunuh Belanda abad ke-19 yang terkenal, yang kepalanya disimpan dalam toples dan dipajang di sebuah museum anatomi.
"Lihatlah bagaimana Marco van Basten diperlakukan sebagai pelatih," tambahnya. "Sihirnya menghilang. Ini bisnis yang sulit dan pertama-tama saya akan istirahat sebentar."(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU