
hariansuara.com, Jakarta - Pelatih Chelsea Maurizio Sarri ingin kembali ke Italia meski bersama klubnya berhasil meraih gelar Liga Eropa dan finis ketiga di Liga Premier di belakang Manchester City dan Liverpool.
Berbicara dalam Vanity Fair edisi Italia, Sarri mengakui alami tahun yang sulit di Inggris, di mana gaya sepak bolanya gagal untuk memenangkan hati sebagian besar penggemar Chelsea.
Pemain berusia 60 tahun ini adalah favorit untuk menggantikan Massimiliano Allegri di Juventus dan dia mengatakan akan sulit menolak kesempatan kembali ke Italia.
"Bagi saya, panggilan pulang sangat kuat dan saya merasa ada sesuatu yang hilang. Ini adalah tahun yang berat. Saya mulai merasakan beratnya teman-teman yang jauh, orang tua yang jarang saya temui. Tetapi pada usia saya, saya hanya membuat pilihan profesional ," katanya.
Meskipun sepak bolanya belum populer di Stamford Bridge, Sarri mempertahankan gaya permainannya, dan percaya dia telah kembangkan dari waktu ke waktu.
"Ini adalah cara bermain sepakbola dan itu saja. Evolusi adalah buah dari kekalahan, bukan hanya dalam sepakbola. Kekalahan membuat saya kritis, membuat saya selangkah lebih maju," tambahnya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU