Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Badan POM Pastikan Keamanan Pangan Asian Games 2018

Nasional
12 Jul 2018
Badan POM Pastikan  Keamanan Pangan  Asian Games 2018

hariansuara.com, Jakarta - Jelang perhelatan Asian Games 2018, BPOM RI terus mengintensifkan pengawasan pangan terutama di Palembang.  Untuk memastikan keamanan pangan tersebut, Kepala BPOM RI Penny K Lukito bersama jajarannya melakukan kunjungan kerja ke Palembang Rabu (11/07). 

Dalam kunkernya ini, Kepala BPOM RI memberikan stikerisasi kepada sejumlah pedagang pempek di Kampung Sentra Pempek 26 Ilir.  Kepala BPOM RI Penny K Lukito berpesan kepada penjual untuk membuat pempek dengan cara yang baik, tanpa menggunakan bahan berbahaya.

Hasil pengawasan BBPOM di Palembang menunjukkan tidak ada pempek yang menggunakan formalin.  "Ini harus dipertahankan, jika ada yang melanggar akan ditindak dengan ancaman hukuman dua tahun pidana dan denda empat miliar rupiah," tegasnya.

Menurutnya momentum Asian Games ini turut membawa nama Indonesia. Untuk itu harus dijaga salah satunya dengan mewujudkan pangan yang aman. Menyambut Asian Games 2018, BBPOM di Palembang telah melakukan penyuluhan keamanan pangan kepada 1.166 pelaku usaha seperti penjual pempek, jasa boga, restoran saji hingga pedagang kaki lima yang ada di Palembang. Pemeriksaan akan terus dilakukan terhadap produk yang dijual dari penggunaan formalin, borax, rhodamin B dan methanil yellow.

Bahkan ada pelaku usaha pempek yang tengah berproses mendaftarkan produknya di BPOM RI. Pengusaha pempek, Heri menuturkan kisahnya saat pembinaan mulai dari cara pembuatan yang higienis, pre audit, perbaikan sarana, hingga proses pendaftaran nomor izin edar MD. "Kami sangat berterimakasih, pendampingan yang diberikan BBPOM di Palembang sangat membantu. Prosesnya dari awal hingga pendaftaran begitu mudah", ucapnya bersemangat.

Di kedai pempek miliknya, Kepala BPOM RI berkesempatan meninjau pempek yang dihasilkan, sekaligus memasang stikerisasi. Tak hanya itu, Kepala BPOM RI memberikan edukasi kepada para pelaku usaha pempek di Palembang. Banyak dari mereka yang antusias meminta pembinaan sekaligus bertanya terkait prosedur pendaftaran di BPOM RI.

Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan Olahan Suratmono menjelaskan pendaftaran bisa dilakukan online dengan biaya murah. "Pelaku usaha cukup meminta surat keterangan usaja dr RT/RW atau Kelurahan, dan untuk UMKM diberikan intensif potongan biaya sebesar 50%", jelasnya.

Kepala BPOM RI berharap dengan adanya upaya bersama ini pelaku usaha dapat menciptakan produk yang bermutu agar dapat di ekspor ke seluruh penjuru dunia, dan bisa meningkatkan income ekonomi lokal dan ekonomi nasional.

"Kalau makanan di Palembang berkualitas bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, BPOM RI membantu produk-produk Palembang berdaya saing," tutur Penny. (*)

 

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X